Dosen UM Metro Beri Pelatihan Program Toga Berbasis E-Commerce bagi Dasawisma Jeruk Yosodadi

UM Metro – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Metro adakan Pendampingan dan Pelatihan Program Tanaman Obat Keluarga (Toga) berbasis E-Commerce kepada Kelompok Dasawisma Jeruk Yosodadi Metro Timur Kota Metro, Sabtu (06/03/2021).

Dalam program pengabdian kepada masyarakat tersebut, tim masing-masing berbagi tugas, seperti Lilian Mega Puri, M. Pd, dosen Pendidikan Ekonomi bertindak sebagai ketua tim, Triana Asih, M. Pd, dosen Pendidikan Biologi sebagai pemateri pengolahan Toga dan dosen Pendidikan Matematika Ira Vahlia, M. Pd, sebagai pemateri pengenalan aplikasi e-commerce dengan metode praktik menggunakan hp android.

“Trend menanam tanaman hias yang sedang booming saat ini juga bisa dijadikan motivasi untuk menanam tanaman obat keluarga yang memiliki manfaat cukup besar. Toga seperti temulawak, jahe merah, kencur dan lain-lain, dapat dengan mudah ditanam menggunakan metode apapun di halaman rumah, ,” ungkap Lilian Mega Puri.

Lilian melanjutkan, jadi pemanfaatan lahan tidak hanya untuk tanaman yang indah dipandang mata saja tetapi juga tanaman yang bisa dikonsumsi untuk menjaga kesehatan keluarga terutama saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.

Triana Asih, pemateri pertama juga mengungkapkan hal senada, menurutnya salah satu tanaman Toga yang memiliki manfaat begitu besar adalah temulawak.

“Di masa pandemi covid-19 ini temulawak memiliki manfaat yang sangat menguntungkan yaitu sebagai antivirus dan antioksidan yang baik untuk imunitas tubuh. Selain penanaman Temulawak yang tidak begitu sulit, pembuatan dalam bentuk kemasaan serbuk instan temulawak pun tidak sulit. Ada 4 tahapan utama dalam permbuatannya, yakni persiapan bahan, pemasakan, pengayaan/pengalusan, dan yang terakhir pengemasan,”jelasnya.

Sementara Ira Vahlia dalam kesempatannya sebagai pemateri juga menyebut bahwa Pendampingan tanaman toga berbasis E-Commerce merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat untuk diberikan pada ibu-ibu Dasawisma Jeruk.

“Di masa pandemic seperti ini mitra mendapatkan ide untuk memanfaatkan bahan membuat jamu bubuk yang aman dikonsumsi sendiri dan dapat dipasarkan melalui aplikasi e-commerce sehingga produk yang dihasilkan dapat dipasarkan secara luas dan dikenal oleh masyarakat luar,” ungkapnya.

Terakhir, Lilian mewakili rekan se-tim mengaku tujuan dari pengabdiannya ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok ibu-ibu Dasawisma Jeruk dalam pengolahan Toga menjadi jamu bubuk yang aman dan mudah dikonsumsi, meningkatkan keterampilan dan membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu rumah tangga sehingga bisa tercipta peluang usaha mandiri yang bergerak di sektor industri rumah tangga.

Dan tidak sampai disitu, tindak lanjut dari program ini adalah melihat proses pembuatan Toga sampai menjadi produk jadi yang layak untuk dijual. Kemudian melakukan pendampingan dalam membuat toko online pada aplikasi e-commerce sehingga nantinya mitra mampu memasaran produknya. (Barnas)