Dosen UM Metro Beri Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Pepaya California untuk Masyarakat Tanggamus
- 25 Mei 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id

UM Metro – Dua dosen Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Suharno Zen, S.Si., M.Sc. dan Rasuane Noor, S.Si., M.Sc. beri Pelatihan Diversifikasi Produk Olahan Pepaya California untuk Masyarakat Tanggamus melalui Program Operasional Penelitian Rutin (OPR) Pengabdian Masyarakat UM Metro.
Menurut keterangan yang disampaikan Suharno Zen, S.Si., M.Sc. selaku ketua tim kepada Pusat Media Humas UM Metro dalam rilisnya, Kamis (25/5/18) bahwa kegiatan pengabdian tersebut bekerjasama dengan mitra Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Makmur yang berlokasi di Desa Bangunrejo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh petani pepaya california di desa Bangunrejo, Tanggamus. Di mana lahan pertanian yang semula berupa tanaman kelapa, cokelat, diubah menjadi lahan yang ditanami buah pepaya. Petani beranggapan menanam cokelat banyak yang terserang penyakit busuk buah, sementara menanam kopi perlu regenerasi yang lama dan biayanya tidak sedikit, sedangkan jika menanam lada, panennya juga kurang maksimal sehingga banyak yang beralih menanam pepaya california, akan tetapi para petani tidak memikirkan akibat di kemudian hari jika sudah terlalu banyak yang menanam buah pepaya california,” papar Suharno Zen, S.Si., M.Sc.
Berdasarkan hasil survei dan pendekatan sebelumnya yang kami lakukan terhadap mitra, kami jumpai dua permasalahan pokok yang pertama mereka belum adanya pengetahuan dan keterampilan untuk membuat penganekaragaman produk olahan pepaya untuk meningkatkan nilai ekonominya, dan yang kedua sejauh ini mereka belum mengetahui strategi pengemasan dan pemasaran produk olahan pepaya tersebut.
“Kegiatan ini berlangsung kurang lebih dua bulan ini, di mana pada akhir bulan April 2018 tepatnya tanggal 29 April diadakan kegiatan pelatihan dan sosialisasi praktek pembuatan olahan yang berbahan dasar pepaya california. Kegiatan diadakan bersama ibu-ibu anggota KWT Tunas Makmur yang berjumlah puluhan orang serta dibuka oleh pak Sabar, selaku kepala desa Bangunrejo, kecamatan Semaka, kabupaten Tanggamus. Kegiatan yang berlansung dalam sehari ini mampu menghasilkan atau membuat dua produk olahan yaitu Dodol Pepaya dan manisan Pepaya,” sambungnya.
Pada kegiatan ini kami bagi menjadi dua kelompok (kelompok membuat dodol pepaya, dan kelompok membuat manisan pepaya). Dalam kegiatan ini disambut begitu antusias dari peserta karena sebelumnya mereka belum tau dan belum pernah membuat produk olahan pepaya secara langsung. Mereka menyampaikan bahwa selama ini pepaya yang apkiran hanya dimakan langsung dan dibuang untuk pakan ternak. Dengan adanya kegiatan ini sangat bermanfaat sekali sebagai pengetahuan dan dapat dijadikan oleh-oleh khas dari Tanggamus. Dalam pelatihan dan sosialisasi kami ajarkan juga bagaimana cara mengemas produk agar menarik, bernilai ekonomis serta cara pemasaran melalui toko oleh-oleh dan bazar pameran.
Sementara itu, Rasuane Noor, S.Si., M.Sc. selaku anggota tim ikut menambahkan, alasan melakukan kegiatan ini dikarenakan pepaya california memang sangat diminati oleh patani kebun saat ini, betapa tidak, menurutnya biaya dan cara pembudidaya yang sangat efisien namun harga jualnya yang tinggi menjadi faktor menggiurkan untuk mengembangkan budidaya pepaya california. Namun pada masa panen raya di mana persediaan akan melimpah, melebihi kebutuhan pasar seperti yang terjadi saat ini, hal tersebut tentu akan berimbas pada merosotnya harga, bahkan hal terburuknya adalah buah pepaya california harganya akan menjadi murah bahkan di petani sendiri sudah hampir tidak ada harganya lagi.
“Tidak adanya penganekaragaman produk olahan dari pepaya karena petani hanya menjual pepaya dalam bentuk segar dan siap konsumsi. Sehingga apabila pepaya ini bisa dijadikan produk olahan, seperti dibuat menjadi dodol atau manisan maka akan berbeda nilai ekonomisnya. Sehingga sebenarnya ini menjadi peluang usaha jika pepaya dapat diolah menjadi produk olahan lain. Proses pembuatan dodol pepaya tidaklah sulit. Pepaya yang mengkal dikupas, dicuci, diiris kemudian diblender dan dimasak hingga matang dengan tambahan tepung ketan, gula dan lain-lain,” ungkap Rasuane Noor, S.Si., M.Sc.
Setelah kegiatan ini diharapkan mendapatkan pengetahuan, pelatihan dan pendampingan oleh Tim Pengabdi maka untuk kegiatan ini diharapkan mitra dapat meningkatkan pengetahuan mengenai berbagai olahan pepaya dan memiliki keterampilan membuat produk olahan pepaya, serta dapat mengetahui strategi pengemasan dan pemasaran produk olahan pepaya.
“Sebagai evaluasi untuk kegiatan selanjutnya yaitu perlunya pendampingan dari perangkat Desa/Pekon untuk pemasaran, diperbanyak lagi aneka olahan pepaya yang lain dan antusiasme pak Kades dan peserta cukup tinggi dan semangat tetap dipertahankan” tukasnya.
Di lain sisi, Pak Sabar selaku kepala pekon Desa Bangunrejo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus ikut menyampaikan apresiasinya atas pelatihan yang diberikan oleh dua dosen muda UM Metro tersebut.
“Selaku ketua pekon, saya mengapresiasi denan positif kegiatan yang dilakukan oleh tim dari UM Metro ini. Produk yang dihasilkan oleh KWT Tunas Makmur bisa dijadikan produk unggul di pekon ini, kedepannya mudah-mudahan bisa berkembang” tanggapnya.
Berbeda dengan Pak Sabar, ketua KWT Tunas Makmur ikut menimpali bahwa kegiatan pelatihan tersebut merupakan pelatihan pertama yang mereka terima. Menurutnya sejauh ini belum ada sentuhan dari pihak manapun mengenai pengolahan pepaya yang mereka geluti baik dari Pemerintah maupun dari pihak lainnya.
“Kami sangat berterima kasih atas pelatihan ini, karena selama ini belum ada pembinaan dan pendampingan dari pihak manapun. Semoga bermanfaat bagi semua” tuturnya. (Al-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.