Dosen UM Metro Bantu Masyarakat Banjar Rejo Miliki Pakan Ternak Sendiri

Dosen UM Metro Bantu Masyarakat Banjar Rejo Miliki Pakan Ternak Sendiri

Tim dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat. Kegiatan yang berjudul “Pelatihan Budidaya Maggot sebagai alternative pakan ternak” tersebut digelar di Balai Desa Banjar Rejo, Kec. Batanghari, Kab. Lampung Timur pada 23-24 Maret 2022.

Tim yang terlibat yakni Dosen Pendidikan Matematika Satrio Wicaksono Sudarman, M. Pd sebagai Ketua Pengabdian dan anggota yaitu Dosen Pendidikan Ekonomi Tiara Anggia Dewi, M. Pd dan Dosen Pendidikan Biologi Suharno Zein, M. Pd dan Gapok Tani Mawar sebagai mitra.

Dalam pelatihan ini, disajikan tiga materi. Pertama, peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat oleh Satrio Wicaksono Sudarman, M. Pd. Kedua, Budidaya maggot oleh Tiara Anggia Dewi, M. Pd. Dan ketiga, literasi keuangan oleh Suharno Zen, M. Pd.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan memanfaatkan maggot sebagai pakan ternak dan meningkatkan pemahaman literasi keuangan yang disebabkan karena melemahnya tingkat perekonomian masyarakat pasca pandemi COVID-19 dan adanya potensi sampah organik yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat di desa Banjar Rejo.

Ketua Panitia Satrio Wicaksono Sudarman, M.Pd dalam materinya mengungkapkan kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh kepandaian masyarakat itu sendiri untuk meningkatkan kualitasnya.

“Peluang ada disekitar kita setiap saat, tinggal bagaimana cara kita mencermati dan menindaklanjuti, agar bernilai secara finansial,” kata Satrio.

Sementara Tiara Anggia Dewi , M. Pd sebagai pemateri mengajak warga masyarakat Banjar Rejo untuk meningkatkan kreatifitas dalam pengolahan limbah rumah tangga oleh maggot karena dengan bahan yang alternatif mudah didapatkan, dan murah serta terjangkau, potensi keuntungan untuk pengolahan limbah rumah tangga cukup besar.

“Manfaat budidaya maggot tidak hanya mampu mengatasi permasalahan lingkungan, tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Dan Suharno Zein, M. Pd dalam materinya mengatakan biokonversi yang digunakan oleh maggot sangat menguntungkan bagi lingkungan karena mampu mengurangi jumlah sampah anorganik rumah tangga dan mengurangi gas metan yang lepas ke udara.

Menurutnya hasil biokonversi oleh maggot bisa dimanfaatkan menjadi pupuk. Sedangkan maggot yang telah siap dipanen (fresh maggot) bisa digunakan sebagai pakan alternatif unggas dan ikan.

Peserta pelatihan cukup antusias mengikuti kegiatan tersebut. Satrio sebagai ketua peneliti juga mengatakan, Nantinya setelah acara pelatihan, pengabdi akan melakukan pendampingan kepada kelompok tani mawar Desa Banjar Rejo, untuk proses budidaya maggot selanjutnya.