Dosen Pendidikan Matematika UM Metro Latih Guru SLB Susun Asesmen Numerasi dan Media Gamifikasi

Metro – Dosen Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan inklusif melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Asesmen Kompetensi Numerasi serta Pengembangan Media Pembelajaran Digital Interaktif Berbasis Gamifikasi.” Kegiatan yang diselenggarakan di SLB Insan Madani Metro pada Senin (6/7) ini diikuti oleh seluruh guru sebagai upaya meningkatkan kompetensi dalam menyusun asesmen numerasi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus sekaligus mengembangkan media pembelajaran digital yang inovatif, interaktif, dan menyenangkan.

Tim pengabdian terdiri atas Satrio Wicaksono Sudarman, M.Pd. sebagai ketua, dengan anggota Ira Vahlia, M.Pd. dan Pujianto, M.Kom. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Magister Pendidikan Matematika, Amrih Sugiharti, S.Pd., serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Metro, Shantika Ramadhani dan Oktafia Ramadana, yang turut mendampingi pelaksanaan pelatihan dan praktik penyusunan media pembelajaran.

Sebelum pelaksanaan pelatihan, kegiatan diawali dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro dengan SLB Insan Madani Metro. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi kedua institusi pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kompetensi guru, implementasi Merdeka Belajar, serta pengembangan pendidikan inklusif yang berkelanjutan.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala SLB Insan Madani Metro, Dwi Septi Handayani, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada FKIP Universitas Muhammadiyah Metro yang secara konsisten menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi guru.

“Kerja sama ini menjadi awal yang sangat baik bagi peningkatan kualitas guru di SLB Insan Madani Metro. Kami berharap sinergi bersama FKIP Universitas Muhammadiyah Metro tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja, tetapi terus berlanjut melalui pelatihan, penelitian, maupun pendampingan sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Satrio Wicaksono Sudarman, M.Pd., menegaskan bahwa guru Sekolah Luar Biasa memiliki tantangan yang berbeda dengan guru di sekolah reguler karena setiap peserta didik memiliki karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan belajar yang beragam. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kompetensi dalam melakukan asesmen yang akurat sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran.

“Asesmen bukan sekadar memberikan nilai, tetapi menjadi dasar bagi guru untuk mengenali kemampuan, potensi, dan kebutuhan belajar setiap peserta didik. Dengan asesmen yang tepat, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan mampu mengembangkan potensi terbaik setiap anak,” jelasnya.

Pada sesi pertama, Satrio Wicaksono Sudarman, M.Pd. menyampaikan materi mengenai Penguatan Kompetensi Numerasi dan Asesmen Numerasi. Materi difokuskan pada penyusunan asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Selain memahami konsep asesmen, para guru juga berlatih menyusun indikator, rubrik penilaian, serta menganalisis contoh instrumen asesmen yang dapat langsung diterapkan dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, pada sesi kedua, Ira Vahlia, M.Pd. membawakan materi mengenai Pengembangan Media Pembelajaran Digital Interaktif Berbasis Gamifikasi. Peserta diperkenalkan pada konsep gamifikasi sebagai strategi pembelajaran yang mengintegrasikan unsur permainan, seperti tantangan, poin, level, penghargaan, dan umpan balik, untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Menurut Ira Vahlia, pendekatan gamifikasi menjadi salah satu solusi dalam menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan tanpa mengurangi substansi materi yang diajarkan.

“Peserta didik berkebutuhan khusus akan lebih mudah memahami materi ketika proses belajar dirancang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik mereka. Melalui gamifikasi, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa selama pembelajaran,” ujarnya.

Selain mendapatkan materi konseptual, para guru juga mengikuti praktik penyusunan media pembelajaran digital menggunakan berbagai platform yang mudah diakses. Media tersebut dirancang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik tunagrahita, autisme, tunarungu, maupun peserta didik dengan hambatan belajar lainnya.

Pada sesi praktik, Pujianto, M.Kom. memberikan pendampingan teknis mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan media pembelajaran. Pendampingan tersebut membantu peserta memahami cara mengintegrasikan teknologi dengan strategi pembelajaran sehingga media yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan pembelajaran numerasi di Sekolah Luar Biasa. Melalui pendampingan yang diberikan, peserta berhasil menyusun contoh instrumen asesmen numerasi serta rancangan media pembelajaran digital berbasis gamifikasi yang dapat langsung diimplementasikan dalam proses pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi, diskusi, tanya jawab, serta foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi antara FKIP Universitas Muhammadiyah Metro dan SLB Insan Madani Metro untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif di Provinsi Lampung.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Dukungan pendanaan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mendorong perguruan tinggi untuk berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta memberdayakan masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Muhammadiyah Metro kembali menegaskan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memperkuat kompetensi guru dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Ke depan, implementasi Memorandum of Agreement (MoA) yang telah ditandatangani diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan berbagai program kolaboratif, mulai dari pelatihan berkelanjutan, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan sekolah, praktik lapangan mahasiswa, hingga pengembangan inovasi pembelajaran inklusif. Melalui sinergi tersebut, FKIP Universitas Muhammadiyah Metro terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang melayani peserta didik berkebutuhan khusus di Provinsi Lampung.