Dosen Pendidikan Ekonomi UM Metro Beri Pelatihan Pembuatan Soal HOTS

UM Metro – Dua dosen Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Heri Supranoto, M.Pd. dan Wakijo, M.Pd. beri pelatihan soal HOTS pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Kabupaten Pringsewu, bertempat di SMA Negeri 1 Pringsewu pada Rabu, 02 dan 09 Mei 2018.

Heri Supranoto, M.Pd., selaku ketua tim menjelaskan bahwa pelatihan pembuatan soal HOTS tersebut merupakan wujud aplikasi dari Program Operasional Penelitian Rutin (OPR), Pengabdian Masyarakat dosen UM Metro.

Tujuan dari program ini adalah guru-guru yang tergabung dalam MGMP Ekonomi Pringsewu memiliki kemampuan untuk memahami tentang soal HOTS dan mampu membuat soal HOTS untuk diberikan kepada peserta didiknya. Adapun keahlian yang kami kembangkan dalam pelatihan ini adalah yang pertama keahlian dalam membuat kisi-kisi soal, keahlian dalam membuat kartu soal, dan yang terakhir keahlian dalam membuat soal HOTS. Dengan pelatihan ini diharapkan guru lebih baik lagi dalam menyusun soal, tidak asal-asalan apalagi cuma copy paste,” terang Heri Supranoto, M.Pd. kepada tim Pusat Media Humas dalam rilisnya, Kamis (25/5/18).

Ia juga menuturkan bahwa kegiatan yang diikuti oleh 26 guru dari 23 SMA Negeri dan Swasta di Kabupaten Pringsewu tersebut mendapat respon yang sangat positif dari para peserta.

“Mereka antusias dalam mengikuti pelatihan yang berlangsung. Antusias peserta juga terlihat pada saat sesi praktek, para peserta sangat senang saat membuat soal dengan level yang lebih tinggi yang tentunya sesuai dengan indikator materi yang ada,” imbuhnya.  

Sementara itu, ketua MGMP Ekonomi Kabupaten Pringsewu, Bayu F Agusta, S.E., M.M., menerangkan bahwa pelatihan tersebut dapat menyatukan langkah kerja dan format menulis soal pembelajaran, ulangan harian, tes sumatif dan ujian. “Pasalnya banyak guru, dalam menulis soal soal tersebut tidak sesuai yang diharapkan dan ketentuan yang berlaku. Dengan kegiatan ini, tidak ada lagi keraguan dalam membuat kisi-kisi dan soal,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa temuan secara nasional kelemahan guru membuat soal karena kurang memahami Kompetensi Dasar (KD). Serta kurang mampu menjelaskan indikator KD dan kunci dari soal harus lewat bahasa yang baik dan benar sebagai penyampai ilmu.  “Dalam membuat soal, kita harus memosisikan sebagai peserta didik,” tukasnya. (AL-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan