Dari UM Metro ke Monash University: Jejak Alumni Membawa Nama Baik Almamater di Australia
- 19 Januari 2026
- Posted by: Humas UM Metro
- Categories: Berita Terbaru, Biografi Mahasiswa
Pagi itu di Clayton, Victoria, Australia, Gesia Afifah Ayu Wulandari memulai hari dengan cara yang tak biasa bagi sebagian mahasiswa di Indonesia. Usai menunaikan salat Idul Fitri, ia bersiap mengikuti perkuliahan. Di Australia, hari raya bukan hari libur. Namun bagi Gesia, momen itu justru menjadi pelajaran tentang kemandirian, keteguhan, dan makna perjalanan akademik lintas budaya.
Gesia adalah alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) yang kini tengah menempuh pendidikan magister di Monash University, Australia, melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kehadirannya di salah satu universitas terbaik dunia tersebut menjadi bukti bahwa alumni UM Metro mampu bersaing di kancah global.
Kisah Gesia terungkap dalam silaturahmi akademik yang dilakukan Muhammad Ihsan Dacholfany, dosen UM Metro sekaligus Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Metro Timur, saat melakukan kunjungan ke Australia. Dalam agenda yang juga melibatkan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia, Yudhistira Adhi Nugraha, Gesia berkesempatan berbagi pengalaman perjalanan studinya, sebuah perjalanan panjang yang dimulai dari kampus UM Metro.
Fondasi Akademik dari UM Metro
Semasa menempuh studi sarjana di UM Metro, Gesia dikenal sebagai mahasiswa berprestasi. Ia menyelesaikan skripsi berjudul Things to Consider in Blended Learning Context: Students’ Vocabulary Learning Strategies di bawah bimbingan Eva Faliyanti dan Bambang Eko Siagiyanto, serta diuji oleh Yasmika Baihaqi.
Prestasinya berbuah manis. Saat wisuda, Gesia dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Tingkat Universitas Program Sarjana dengan IPK 3,94. Ia juga meraih skor tertinggi English Proficiency Test (EPT) tingkat universitas dengan nilai 553.
“Saya sangat bersyukur kepada dosen-dosen UM Metro yang telah membimbing dan mengajar saya. Fondasi akademik yang saya dapatkan di UM Metro sangat membantu dalam melanjutkan studi ke luar negeri,” ungkap Gesia.
Tak hanya unggul secara akademik, Gesia juga aktif di berbagai kegiatan nasional dan internasional. Ia pernah mengikuti Asia World Model United Nations (AWMUN) di Bali pada 2019, berpartisipasi dalam National University Debating Championship (NUDC), serta meraih Juara Harapan I dalam National Business Plan Competition dan Lombok Essay Competition tingkat nasional.
Menembus Kampus Dunia
Setelah lulus pada 2022, Gesia mulai mempersiapkan diri untuk studi lanjut ke luar negeri. Ia mengikuti persiapan IELTS sejak Juli hingga Desember 2022, sembari menyusun strategi pendaftaran beasiswa. Pada 2023, ia diterima di tiga universitas internasional: Monash University (Australia), University of Southampton, dan University of Birmingham (Inggris).
Pilihannya jatuh pada Monash University, yang sekaligus menjadi modal penting dalam pendaftaran beasiswa LPDP. Pada Oktober 2023, Gesia dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa LPDP, dan pada Februari 2024 ia resmi berangkat ke Clayton, Victoria, untuk menempuh program Master of TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages).
Menurutnya, Monash University menawarkan lingkungan akademik yang sangat suportif, dengan fasilitas modern, dosen yang terbuka, serta komunitas mahasiswa yang beragam dan ramah.
Belajar Hidup di Negeri Orang
Tantangan terbesar bagi Gesia bukanlah akademik, melainkan rasa rindu terhadap keluarga di Indonesia. Untuk mengatasinya, ia kerap memasak masakan Indonesia dan aktif bergabung dengan komunitas orang Indonesia serta komunitas muslim di Australia.
Meski merayakan Idul Fitri dan Idul Adha jauh dari keluarga, kehadiran komunitas membuat suasana tetap hangat. Lingkungan kampus yang toleran juga memberinya rasa aman dan nyaman, termasuk tersedianya musala serta layanan pengaduan jika terjadi diskriminasi. Selama berada di Australia, Gesia mengaku tidak pernah mengalami tindakan rasisme, dan merasa terbantu dengan fasilitas keamanan kampus, termasuk layanan antar-jemput bagi mahasiswa yang pulang larut malam.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Berdasarkan pengalamannya, Gesia mendorong mahasiswa Indonesia, khususnya mahasiswa UM Metro, untuk berani bermimpi dan melangkah menempuh studi ke luar negeri.
“Pengalaman internasional bukan hanya soal gelar, tetapi tentang memperluas wawasan, membangun jejaring global, dan membentuk karakter yang lebih mandiri,” ujarnya.
Jika sesuai rencana akademik, Gesia akan menyelesaikan studinya pada Januari 2026 dan mengikuti wisuda pada April 2026. Ia juga menyimpan tekad kuat untuk melanjutkan studi doktoral, sebagaimana saran para pembimbingnya, dengan harapan kembali berkontribusi bagi dunia akademik dan almamater tercinta.
Kisah Gesia Afifah Ayu Wulandari menjadi bukti bahwa dari UM Metro, jalan menuju panggung akademik dunia terbuka lebar, asal disertai kerja keras, keberanian, dan doa.
Kontributor: Gesia
Editor: Nas/Humas