Charge Your Iman dalam Kajian Rutin PK IMM FKIP UM Metro
- 17 Oktober 2017
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id

UM Metro – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro kembali mengadakan kajian keislaman rutin mingguan bersama Ust. Agung Riski Ansori, S.Pd. dengan mengusung tema ‘Charge Your Iman’ di Masjid Ulul Albab kampus I UM Metro, Senin (16/10/17) kemarin.
Kajian rutin mingguan bidang dakwah ini, sebagaimana dilaporkan Hafis M Kaunang Ataji, diikuti oleh 20 calon kader PK IMM FKIP. Menurutnya kajian tersebut juga turut disemarakkan oleh beberapa kader dari pimpinan komisariat IMM FAI.
“Dalam penyampaiannya, ada beberapa poin dalam materi kajian kali ini, yakni bahwa Iman seperti baju. Semakin sering dipakai maka akan semakin kusam dan luntur. Maka Iman perlu di perbarui dan mintalah kepada Allah agar senantiasa diperbarui Imannya,” tutur mahasiswa 21 tahun tersebut, menirukan penyampaian sang pemateri.
“Yang kedua bahwa ciri orang beriman adalah apabila imannya stabil dan baik, kata rasulullah firman Allah Qs. Al anfal:2 yang artinya: [Apabila seorang beriman itu apabila disebut asmanya bergetar hatinya apabila di baca ayat nya semakin tambah imannya dan bertawakal kepada Allah] – Hakikat tawakal adalah berusaha dulu baru pasrahkan kepada Allah,” tambahnya.

Selain kedua hal tersebut, mahasiswa pendidikan Biologi ini juga menjelaskan bahwa Tafakur bill Akhirat (mengingat akhirat) merupakan syarat ketiga dalam memperbaharui iman seseorang.
“Dan yang ketiga adalah Tafakur bill Akhirat. Dengan mengingat apa yang sangat kita rindukan dengan nikmat yang begitu istimewa yaitu surga dan mengingat pedihnya siksa neraka,” tandas Hafis M Kaunang Ataji.
Sementara itu, salah satu kader akhwat yang mereka sebut Immawati Annisa NA ikut mengomentari, ia berharap kajian rutin tersebut dapat menambah wawasan dalam beragama karena menurutnya hal tersebut merupakan tugas dan tanggung jawab sebagai kader persyarikatan.
“Dengan diadakannya kajian rutin ini, selain merajut tali ukhuwah antar kader, harapannya dapat menambah wawasan dalam beragama, mengingat tugas dan tanggung jawab sebagai kader persyarikatan, yang tak lepas dari gerakan dakwah. Untuk itu, sudah sepatutnya para punggawa merah marun selalu haus akan ilmu agama. Sudah seyogyanya menguasai prinsip dasar Iman, Islam, dan Ihsan. Itulah kita; Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Mari bersama memaknai ghirah dan ruh dalam ber-ikatan. Sekali lagi, kalau begitu; bukankah kader IMM harus religius? Bersama Allah di jalan kebenaran; berlomba-lomba dalam kebaikan,” terang Annisa NA. (Al-Bayurie¦Hum)
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.