Beri Sosialisasi Pengelolaan, Dosen UM Metro Tingkatkan Komuditas Sayuran dan Bahan Pangan Warga Yosodadi

Beri Sosialisasi Pengelolaan, Dosen UM Metro Tingkatkan Komuditas Sayuran dan Bahan Pangan Warga Yosodadi

Penyampaian Materi Sosialisasi oleh Dosen UM Metro

UM Metro – Dosen UM Metro beri sosialisasi pengelolaan sayuran dan bahan pangan agar tidak tercemar logam berat pada kelompok PKK RT 11, Kelurahan Yosodadi, Metro Timur. Sosialisasi yang membahas dampak bahaya logam berat pada sayuran dan bahan pangan ini diinisiasi oleh Dr. Agus Sutanto, M.Si, Dr. Hening Widowati, M.Si, dan Widya Sartika, M.Sc. yang berlangsung selama 5 pekan, terhitung mulai 13 Juni 2018 sampai dengan 15 Juli 2018.

Kepada Medium News, Dr. Agus Sutanto, M.Si, menerangkan, pencemaran logam berat ini dapat berefek pada makanan yang bisa menimbulkan penyakit bagi pengkonsumsinya.

“Pencemaran logam berat penting diperhatikan, karena berpotensi karsinogenik dan dapat terdistribusi ke organisme lain melalui rantai makanan. Ketika logam berat mencemari habitat sayuran, akan memberi efek negatif konsumennya,” jelasnya.


Pengelolaan Kerang untuk Menurunkan Pencemar

Menurutnya, sosialisasi ini memberikan informasi yang detail kepada warga setempat terkait sumber pencemar logam berat terhadap sayuran milik warga, menganalisis sayuran yang sudah tercemar, serta cara mengatasinya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberi informasi tentang sumber-sumber pencemar logam berat di lingkungan pemukiman. Warga juga diberikan informasi terkait pengaruh logam berat terhadap lingkungan dan kehidupan. Cara mengetahui gejala perubahan pada sayuran yang tercemar logam berat. Serta bagaimana cara mengatasi pencemaran lingkungan akibat logam berat ini,” tukasnya.

Masih dengan Dr. Agus Sutanto, M.Si, program pengabdian ini juga memberikan pelatihan pengetahuan, survei lingkungan dan sayuran yang tercemar di lingkungannya, praktik pengamatan ciri sayuran tercemar, serta diskusi dan sharing pengalaman tentang solusi mengatasi pencemaran lingkungan yang diprediksi memberi efek pada sayuran dan manusia yang mengkonsumsinya.

Lebih lanjut, ia menegaskan, sosialisasi ini berhasil membuat masyarakat memahami sumber pencemaran logam berat, gejala yang tejadi pada tanaman, sehingga mereka dapat mengantiasipasi terhadap bahaya pencemaran ini. (Bi/Hum)