Beri Pendampingan Penyusunan Proposal di Bangka, Achyani: 6 Proposal Siap Unggah

Beri Pendampingan Penyusunan Proposal di Bangka, Achyani: 6 Proposal Siap Unggah

UM Metro – Salah seorang dosen produktif Universitas Muhammadiyah (UM) Metro Dr. Achyani, M.Si. kembali mengepakkan sayapnya dalam memberikan pendampingan penyusunan proposal Penelitian Tahun 2021.

Kali ini ia bertugas di Provinsi yang terkenal akan semboyan “Serumpun Sebalai” yang namanya sudah melalang buana di kancah Internasional dalam Buku Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata yakni Provinsi Bangka-Belitung.

Achyani menerangkan, pendampingan ini merupakan yang ketujuh dari sepuluh kegiatan yang diamanahkan kepada dirinya oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II.

Bertempat di STIE Perguruan Tinggi Bangka (Pertiba), Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Metro ini bersama rekannya setidaknya memberikan pendampingan kepada 42 dosen pada Selasa-Rabu (21-22/09/2021).

Menurutnya dari 42 dosen tersebut setidaknya menghasilkan 40 proposal yang terbagi dalam tiga kategori.

“Jumlah peserta ada 42 dosen. Setelah mengikuti workshop, ada 18 proposal yang masuk kategori perbaikan mayor, 16 perbaikan minor, dan 6 proposal yang siap unggah,” kata dosen yang berhombase di Prodi S2 Pendidikan Biologi PPs UM Metro tersebut.

Lebih lanjut, ia menuturkan para peserta banyak baru mengetahui istilah-istilah yang ada pada buku panduan penulisan proposal. Selama ini mereka masih mengalami kesulitan dalam memahami beberap istilah yang tercantum dalam buku panduan. Terlebih banyak dosen muda yang belum pernah mengikuti penelitian sama sekali.

“Sebagian besar peserta workshop baru memahami konsep novelty, state of art, TKT dan cara membuat ringkasan yang baik,” tambahnya.

Ia berharap melalui workshop ini, para peserta dapat meningkatkan pemahaman mereka mengenai persyaratan sebuah skim penelitian dan substansi proposal penelitian.

“Peserta merasa sangat terbantu karena mengetahui trik dan perspektif membuat proposal yang tepat baik secara tata tulis maupun substansi. Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi bekal mereka ke depan dalam menulis proposal khususnya di bidang penelitian,” pungkasnya. (Bungsudi)