Belajar Bahasa Inggris Asyik bagi Generasi Milenial ala Mahasiswa UM Metro

UM Metro – Sejumlah mahasiswa UM Metro terapkan gaya belajar asyik untuk mempelajari bahasa inggris dengan baik di halaman kampus I UM Metro.

Kegiatan belajar ini digagas oleh UPT Lembaga Bahasa UM Metro di bawah koordinasi Yasmika Baihaqi, M.Pd. melalui para asistennya untuk mahasiswa prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang mereka beri nama English Corner.

Dengan menggelar dua karpet yang berada di sisi kanan gedung rektorat, mahasiswa manajemen semester I kelas D dipisah menjadi dua kelompok yang diberi tugas masing-masing yang dibimbing langsung oleh dua asisten UPT Lembaga Bahasa UM Metro, Arvi Puspita Riani dan Usmawita yang merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semeter 7.

Kepada Medium News (25/10/2018), Arvi menyampaikan, kedua tim diberi dua materi yang berbeda yakni materi command untuk kelompok A dan prohibition untuk kelompok B.

“Pada pertemuan ini terdapat materi yang harus dibahas dan dikuasai oleh mahasiswa manajemen. Materinya adalah command and prohibition. Pada kegiatan ini, kami menggunakan metode diskusi dan demonstrasi,” jelas Arvi.

Teknis pelaksanaan pembelajaraan ini membuat mahasiswa tertarik untuk mempelajari bahasa inggris dengan baik. Menurut keterangan Arvi, masing-masing kelompok yang difasilitasi papan tulis mini diminta untuk menggambar sesuatu berdasarkan dengan tema yang mereka dapatkan.

“Masing-masing kelompok harus mempunyai gambar yang sesuai dengan tema yang diberikan. Dan menggambarnya disebuah papan tulis kecil. Dari masing-masing gambar,  mereka harus memiliki 4 petunjuk, gunanya untuk membuat kelompok lain agar dapat menjawabnya. Ketika kelompok lawan mampu menjawabnya, berarti mereka mendapatkan skor dan apabila tidak bisa menjawab,  maka skor dikembalikan ke kelompok asal,” papar Arvi.

Menariknya pembelajaran bahasa inggris yang dikemas sambil bermain ini, ditutup dengan pengulasan kembali dari mahasiswa. Hal ini ditujukan agar mahasiswa yang bersangkutan dapat memahami apa yang mereka pelajari dengan baik.

“Setelah selesai semuanya, kami memberikan kesimpulan dari kegiatan tersebut dan meminta kepada peserta didik untuk mereview kembali apa yang telah dibahas.  Sebagai wujud penghargaan atas semangat mereka dalam mengikuti kegiatan, kami juga memberikan sebuah permen kepada masing-masing peserta didik,” tukasnya. (AL-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan