Anindya Shella Rafika Visualisasikan Situs Megalitik Pugung Raharjo dalam Bentuk Video
- 11 Juli 2018
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Uncategorized @id
UM Metro – Satu lagi mahasiswa tingkat akhir Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Metro yang berfokus pada sejarah lokal sebagai produk penelitiannya, dengan dibimbing oleh Bobi Hidayat, M.Pd dan Kian Amboro, M.Pd, Anindya Shella Rafika akhirnya berhasil mengemas Visualisasi Situs Megalitik Pugung Raharjo yang berada di Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur dalam bentuk video.
Anindya Shella Rafika menyampaikan bahwa video yang berdurasi kurang lebih selama dua belas menit dua belas detik dan sudah mendapatkan sertifikat HaKI dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI tersebut merupakan produk penelitian pengembangan media pembelajaran sejarah lokal yang dijadikan sebagai tugas akhirnya.
“Media pembelajaran berbasis sejarah lokal ini saya susun sebagai salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan oleh para guru di SMA/MA kelas X Program IPS maupun IPA. Situs Megalitik Pugung Raharjo ini termuat dalam bentuk Visualisasi yang terfokus pada situs masa Pra Aksara yang tersebar di wilayah Lampung,” kata Shella biasa disapa kepada Medium pada Selasa, 10 Juli 2018.
Adapun fungsi dari media berbasis Visualisasi Situs Megalitik Pugung Raharjo di Lampung ini adalah sebagai media pembelajaran sejarah yang dapat digunakan oleh guru maupun peserta didik sehingga harapannya pesera didik tertarik dan lebih memahami materi mengenai sejarah lokal (pada masa Pra aksara) di wilayah Lampung karena model pengemasan yang didesain sedemikian rupa dengan maksud menarik minat dan perhatian peserta didik agar lebih tertarik lagi untuk belajar sejarah.
“Penggunaan video Visualisasi Situs Megalitik Pugung Raharjo di Lampung ini sangatlah mudah, karena di dalamnya telah dilengkapi berbagai keterangan mengenai cara penggunaannya yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagai standar proses pembelajaran SMA/MA di kelas X. Selain itu juga video Visualisasi Situs Megalitik Pugung Raharjo di Lampung ini dilengkapi oleh gambar sekaligus keterangan mengenai apa saja yang terdapat dalam situs megalitik Pugung Raharjo tersebut,” ujarnya.
Inspirasi pembuatan produk ini, sambungnya terlintas dibenak saya ketika Program Studi Pendidikan Sejarah mengadakan Program SOS (Study Objek Sejarah) di wilayah Lampung khususnya di Desa Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Dari hasil kunjungan keberbagai tempat tersebutlah, kemudian saya terinspirasi untuk menuangkannya dalam sebuah karya Visualisasi Situs Megalitik Pugung Raharjo di Lampung ini.

“Saya berharap kehadiran Visualisasi Situs Megalitik Pugung Raharjo di Lampung ini dapat membawa manfaat bagi saya maupun bagi masyarakat, dengan memuat Situs Megalitik Pugung Raharjo sebagai salah satu sejarah lokal yang ada di Lampung ini ke dalam sebuah Visualisasi Situs Megalitik Pugung Raharjo, di mana nantinya masyarakat akan lebih mengenal peninggalan sejarah yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik dan situs-situs lainnya yang ada di Lampung. Dengan begitu, masyarakat lebih tercerahkan pemahaman dan kesadarannya akan peninggalan sejarah lokal sehingga tumbuh rasa cintanya terhadap situs-situs sejarah di Lampung dengan cara menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah tersebut,” ungkapnya.
Sejauh ini, untuk menghasilkan produk pengembangan media pembelajaran sejarah lokal, Visualisasi Situs Megalitik Pugung Raharjo tersebut, saya sekurangnya membutuhkan waktu kurang lebih selama 3 bulan. Sedangkan untuk anggaran biaya yang saya habiskan sehingga menghasilkan produk seperti saat ini, saya telah menghabiskan biaya sebesar 1.3 juta rupiah.
“Semoga dengan modal awal Visualisasi Situs Megalitik Pugung Raharjo ini, ke depannya saya lebih mampu menghadirkan karya-karya yang memuat sejarah lokal yang ada di Lampung maupun di luar Lampung,” pungkasnya. (AL-Bayurie¦Hum)
Info:
Video Visualisasi Situs Megalitik Pugung Raharjo Lampung Timur dapat dilihat di link ini.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.