Aktif di Berbagai Kegiatan Kampus, Keterbatasan Ekonomi Tidak Menjadi Penghalang bagi Dedi

UM Metro – Menanamkan prinsip balance antara aktif kuliah dan mengikuti organisasi, itulah yang dipegang teguh oleh Dedi Catur Prastowo mahasiswa angkatan 2018 yang baru saja menyelesaikan studi Pendidikan Fisika di Universitas Muhammadiyah Metro pada acara wisuda yang diselenggarakan di UM Metro pada Rabu (30/11/2022).

Dedi Catur Prastowo, lahir di Pasir Sakti, 22 Desember 1999 anak pertama dari 3 bersaudara berasal keluarga yang sederhana. Berlatarbelakang orang tua yang berjualan sayur di pasar, membuat Dedi menjadi anak yang aktif mengikuti berbagai kegiatan bermanfaat yang dapat membantunya menyelesaikan pendidikan.

Dibalik prestasinya yang membanggakan, ada kisah sedih yang ia alami selama menempuh bangku perkuliahan. Ia dikenal sebagai mahasiswa yang sering berlangganan dispen pembayaran uang kuliah karena terhalang biaya.

“Saya itu dikampus dikenal sebagai mahasiswa langganan dispen, karena seringnya menunda waktu bayaran semester,” ucapnya.

Tidak seperti mahasiswa lainnya yang hanya fokus untuk mengikuti kuliah dan lulus tepat waktu, Dedi dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan selama kuliah dengan hasil jerih payahnya sendiri dan tanpa bantuan dari orang tua setelah ia menginjak semester 3.

Selain aktif mengikuti organisasi di dalam kampus seperti IMM, Pramuka, PIK R Pilar dan Imafis, Dedi juga aktif mengambil pekerjaan Partime/ Freelance untuk membantu biaya kuliahnya.

Berawal dari menjadi asisten dosen di Prodi Pend. Fisika, sampai akhirnya ia mengajar bimbel semua mata pelajaran ke siswa SMP/ SMA. Semua ia lakukan agar dapat melunasi tunggakan pembayaran semester.

“Asdos, Aslab, bantu tugas di Prodi, tugas di LPM, bahkan sempat juga ngajar bimbel. Pokoknya semuanya dikerjain untuk ngelunasin uang kuliah yang nunggak berapa semester,” jelasnya.

Dikarenakan keaktifannya ini membaca peluang, ia berhasil membangun relasi dengan beberapa sekolah di Provinsi Lampung, membantu proses akreditasi sekolah bahkan dipercaya untuk memberikan pelatihan kepada guru guru terkait pelatihan administrasi.

Kegigihannya inilah yang membawanya berhasil lolos sebagai salah satu Pengajar Muda dari 30 peserta yang lolos pada program Lampung Mengajar Tahun 2022. Prestasinya ini merupakan suatu kebanggaan yang tak ternilai harganya bagi dirinya, orang tua, dosen, dan juga almamaternya.

Terakhir, Dedi berpesan kepada mahasiswa lain untuk tetap semangat menempuh Pendidikan.

“Bagi kalian jangan menyerah, jangan putus asa, terus bergerak aktif, ikuti kegiatan yang bermanfaat. Ingat, lulusan UM tidak kalah dengan lulusan PTN ternama di luar sana, saya sudah membuktikannya sendiri,” tukasnya.