Wujudkan Generasi Bebas Stunting, Mahasiswa S1 ARS UM Metro Gandeng Puskesmas Purwoasri

Mahasiswa semester 1 program study S1 Administrasi Rumah Sakit (ARS), Universitas Muhammadiyah (UM) Metro yang dibimbing langsung oleh Kaprodi,  Yogi Catur Putra, MKM. melakukan sosialisasi kepada ibu- ibu yang ada di posyandu Kenanga, kelurahan Purwoasri, Metro Utara.

Mahasiswa tersebut mengusung tema cegah stunting sejak dini. Materi yang diberikan yaitu tentang pengertian stunting, gejala stunting, dampak dari stunting, penyebab stunting dan penanganan stunting, Selasa (06/12/2022).

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang Stunting dan penyebab gejalanya, meningkatkan pengetahuan peserta tentang resiko stunting,” ujar Yogi.

Ia juga menambahkan stunting sendiri sebenarnya merupakan keadaan berhentinya pertumbuhan pada anak.

Menurutnya penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi pada waktu yang cukup lama. Pemberhentian pertumbuhan meliputi pertumbuhan tubuh dan otak.

“Stunting menyebabkan anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak-anak lain yang seusia dengannya. Stunting juga menyebabkan keterlambatan perkembangan cara berpikir,” tambahnya.

Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut yaitu pada pukul 08.00 – 12.00 WIB. Mereka melakuan sosialisasi tentang stunting kepada ibu- ibu yang ada di posyandu tersebut, membagikan poster yang menggunakan Bahasa yang menarik dan mudah dipahami, selain itu di penghujung acara juga dilaksanakannya sesi tanya jawab dan bagi 3 orang ibu-ibu posyandu yang bisa menjawab pertanyaan maka mendapatkan doorpize.

Dr. Achyani,M.Si. selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) mengutarakan respon dari ibu-ibu posyandu saat berlangsung nya sosialisasi sangat baik, karna masih banyak orang tua terutama ibu-ibu di posyandu tersebut yang belum paham tentang stunting itu apa, kemudian penyebab dan pencegahannya itu seperti apa, sehingga mereka sangat antusias untuk mendengarkan dan menyimak apa saja informasi yang kita berikan tentang stunting. poster yang diberikan banyak di baca oleh ibu-ibu posyandu, kemudian mereka sangat aktif menjawab pertanyaan yang diajukan.

” Hasil dari sosialisasi yang telah dilakukan oleh mahasiwa semester 1 program study S1 Administrasi rumah sakit, Universitas Muhammadiyah Metro tersebut yaitu mereka menjadi lebih tahu bahwa masih banyak orang tua atau ibu-ibu yang belum faham dan belum tahu tentang stunting terutama di desa- desa, karna kurang nya informasi tentang kesehatan,” jelas Achyani.

Hasil yang didapatkan oleh audience yaitu pengetahuan tentang penyakit Stunting, penyebab gejala stunting, meningkatkan pengetahuan tentang resiko tinggi dan pengenalan tanda kelahiran pada kehamilan, cara pencegahan stunting, cara penanganan stunting, seperti apa anak atau balita yang terkena stunting dan bisa membuat para orang tua atau ibu-ibu lebih menjaga dan peduli pada kesehatan anak-anak nya terutama tentang ASI, gizi dan pola asuh.

Dampak dari ASI yang tidak cukup, gizi yang tidak seimbang antara karbohidrat dan proteinnya, kemudian tentang pola asuh anak yang tidak bisa menjadi penyebab terjadinya stunting pada anak, sehingga orang tua bisa lebih berhati-hati agar anak nya tidak mengalami stunting.