Bandar Lampung – Wakil Rektor (WR) IV Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Prof. Dr. Muhammad Ihsan Dacholfany, M.Ed., menjadi salah satu penguji dalam ujian terbuka disertasi Doktor (S3), Ilmu Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Universitas Islam Negri Raden Intan Lampung (UIN RIL). Diselenggarakan di Ruang Sidang L-2 Pascasarjana UIN RIL, pada hari Selasa (21/07/2026).
Melalui implementasi model tersebut, diharapkan lembaga pendidikan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam hafalan Al-Qur'an, tetapi juga memiliki karakter Qurani yang kuat, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Ujian terbuka ini menguji disertasi dengan atas nama M. Zainur Rohman yang mengangkat judul “Manajemen Program Tahfiz Al-Qur’an : Studi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Bandar Lampung.” Disertasi ini mengkaji pengelolaan program tahfiz di tiga Madrasah Ibtidaiyah Negri (MIN) antara lain MIN 5, MIN 6, dan MIN 10 Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman.
Hasil disertasi menunjukkan bahwasannya program tahfiz Al – Qur’an di ketiga MIN telah berjalan dengan berjalan dengan baik meskipun masih menghadapi tantangan, di antaranya keterbatasan waktu, pendanaan, serta fasilitas pendukung. Penelitian tersebut juga menghasilkan model inovatif ZAMZAMCARE, yang mengintegrasikan pembelajaran adaptif, pemanfaatan teknologi sederhana, dan keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung proses menghafal Al-Qur'an, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Muhammad Ihsan Dacholfany memberikan apresiasi terhadap kualitas akademik disertasi yang dinilai memiliki kontribusi signifikan bagi pengembangan manajemen pendidikan Islam, khususnya dalam pengelolaan program tahfiz Al-Qur'an di madrasah.
Menurutnya, penelitian tersebut menghadirkan perspektif baru karena mengangkat pengelolaan program tahfiz pada jenjang madrasah ibtidaiyah, berbeda dengan berbagai penelitian sebelumnya yang lebih banyak berfokus pada pondok pesantren.
"Disertasi ini merupakan karya akademik yang tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan di bidang manajemen pendidikan Islam, tetapi juga menghadirkan model pengelolaan program tahfiz yang inovatif dan aplikatif. Saya berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi madrasah dan lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an, sehingga mampu melahirkan generasi Qurani yang berkarakter, unggul, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar
Prof. Ihsan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua (Majelis Ulama Indonesia) MUI Kota Metro Bidang Pendidikan dan Perkaderan berharap model ZAMZAMCARE dapat dikembangkan lebih luas sebagai rujukan bagi madrasah, pesantren, maupun lembaga pendidikan Islam lainnya dalam membangun tata kelola program tahfiz yang lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan.
Sidang ini dipimpin oleh Rektor UIN RIL, Prof. H. Wan Jamaluddin, Z., M.Ag., Ph.D., dengan tim penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Muhammad Ihsan Dacholfany, M.Ed., Prof. Dr. H. Asri Gani, M.Ag., Dr. Ali Abdul Wakhid, M.S.I., Dr. Heru Juabdin Sada, M.Pd.I., Prof. Dr. Tulus Suryanto, S.E., M.M., Akt., C.A., serta Prof. Dr. H. Muhammad Akmansyah, M.A. selaku sekretaris.
(penulis : Han)
(editor : Nas)
