UM METRO -  Universitas Muhammadiyah (UM) Metro resmi memiliki Halal Center sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pendampingan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peresmian berlangsung di Aula Gedung A.R. Fachruddin UM Metro, Rabu (16/09/2026).

Selain peresmian Halal Center, dilaksanakan juga penandatanganan kerja sama antara Pusat Karir dan Inkubator Bisnis (Puskib) UM Metro dengan Halal Center Politeknik Negeri Lampung.

Ketua Halal Center UM Metro, Fitriani, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pembentukan Halal Center berawal dari keterlibatan UM Metro dalam Festival Ekonomi Syariah pada 2025. Pertemuan dengan Bank Indonesia Provinsi Lampung dan Halal Center Polinela pada kegiatan tersebut membuka diskusi mengenai peluang pembentukan Halal Center di UM Metro.

Menurutnya, rencana tersebut selanjutnya memperoleh dukungan penuh dari Rektor UM Metro, Bank Indonesia, serta pendampingan dari Polinela hingga UM Metro dapat membentuk Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H).

“Alhamdulillah, izin operasional LP3H Universitas Muhammadiyah Metro sudah terbit dan saat ini sudah mulai beroperasi,” ungkapnya.

Ia menerangkan, Halal Center UM Metro saat ini telah memiliki sekitar 30 Pendamping Proses Produk Halal (P3H) aktif yang telah mengikuti pelatihan secara daring maupun luring. Para pendamping tersebut dipersiapkan untuk membantu UMKM, khususnya di Kota Metro dan wilayah sekitarnya, dalam proses pengajuan sertifikasi halal.

Sejak mulai beroperasi, sejumlah proses pendampingan sertifikasi halal telah dijalankan. Tercatat lima sertifikat halal telah terbit, tiga pengajuan berada dalam tahapan menunggu proses selanjutnya, dan tiga lainnya masih dalam proses pendampingan.

Fitriani berharap Halal Center UM Metro tidak hanya berhenti sebagai lembaga pendamping sertifikasi halal, tetapi terus berkembang menjadi pusat pengembangan halal yang semakin lengkap.

“Harapan kami ke depan, Halal Center Universitas Muhammadiyah Metro dapat berkembang, bukan hanya memfasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM, tetapi juga berkembang menjadi Lembaga Pemeriksa Halal serta lembaga pelatihan halal yang terdaftar di BPJPH,” tuturnya.

Ia juga berharap keberadaan Halal Center dapat semakin memperkuat sinergi UM Metro dengan Pemerintah Kota Metro dalam membantu pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal.

Rektor: Halal Center Harus Hadir Mencerahkan Masyarakat

Rektor UM Metro Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menegaskan bahwa keberadaan Halal Center memiliki posisi strategis dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pendidikan, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, termasuk dalam memberikan edukasi dan kepastian terhadap kehalalan suatu produk.

“Halal Center ini sangat strategis dalam pengelolaan perguruan tinggi supaya memberikan kontribusi yang lebih luas dan lebih nyata, karena berkaitan langsung dengan produk-produk yang menjadi kebutuhan masyarakat dan umat,” ujarnya.

Rektor berharap Halal Center UM Metro mampu memberikan pendampingan, edukasi, serta dukungan kepada UMKM dalam memastikan produk yang dipasarkan memenuhi standar halal.

Lebih jauh, ia menilai perguruan tinggi juga memiliki peran penting dalam memberikan penjelasan berbasis ilmu pengetahuan apabila terdapat keraguan maupun isu terkait kandungan suatu produk.

“Ini pentingnya universitas untuk berkontribusi. Halal Center sangat strategis untuk mencerahkan masyarakat,” tegasnya.

BPJPH Dorong UM Metro Menjadi Pusat Edukasi Halal

Perwakilan Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal Provinsi Lampung, Liga Jefriansyah, S.Pd., M.Pd.I., menyambut positif hadirnya Halal Center di UM Metro.

Ia menyebut peresmian tersebut sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekosistem jaminan produk halal, khususnya bagi pelaku usaha di Kota Metro dan wilayah sekitarnya.

Menurut data yang disampaikannya, Kota Metro memiliki sekitar 29 ribu UMKM. Sementara itu, sebanyak 6.396 sertifikat halal telah diterbitkan untuk pelaku usaha di Kota Metro.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang pendampingan yang perlu dilakukan bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Halal Center tidak hanya berfungsi sebagai pusat edukasi dan literasi halal, tetapi juga sebagai wadah pendampingan sertifikasi halal, pengembangan kapasitas pelaku usaha, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap Halal Center UM Metro mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, BUMD, lembaga keuangan, dunia usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam memperluas fasilitasi sertifikasi halal.

Tidak hanya melayani Kota Metro, keberadaan Halal Center UM Metro juga diharapkan mampu menjangkau pelaku usaha di wilayah sekitar seperti Lampung Timur dan Lampung Tengah.

BI Lampung: Sertifikasi Halal Menjadi Pintu UMKM Naik Kelas

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, S.E., M.A., mengatakan kehadiran Halal Center bukan sekadar penambahan fasilitas kelembagaan di lingkungan kampus.

Menurutnya, Halal Center merupakan pintu bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Kami mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Metro atas inisiatif menghadirkan Halal Center. Kehadirannya bukan sekadar fasilitas, tetapi merupakan sebuah pintu bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan membangun kepercayaan konsumen,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa industri halal memiliki peluang pasar yang sangat besar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat posisinya tidak hanya sebagai konsumen produk halal, tetapi juga sebagai produsen yang berdaya saing.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dinilai memiliki posisi penting untuk mendampingi UMKM mulai dari proses sertifikasi, peningkatan kualitas produksi, pemahaman terhadap standar halal, hingga pengembangan akses pasar.

Bimo berharap keberhasilan program halal tidak hanya diukur melalui jumlah sertifikat yang diterbitkan, tetapi juga melalui dampak ekonomi yang dirasakan pelaku usaha.

“Kita tidak lagi hanya menghitung berapa UMKM yang berhasil mendapatkan sertifikasi halal, tetapi juga berapa yang setelah mendapatkan sertifikasi omzetnya meningkat, masuk pasar modern, memperoleh pembiayaan, memperluas pasar, bahkan menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peresmian Halal Center UM Metro bukanlah akhir dari sebuah proses, tetapi awal perjalanan untuk membangun ekosistem halal yang semakin kuat di Kota Metro dan Provinsi Lampung.

Pemkot Metro Siap Perkuat Kolaborasi

Sementara itu, Wali Kota Metro yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Kusbani, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada UM Metro atas hadirnya Halal Center.

Ia menilai keberadaan lembaga tersebut dapat menjadi penghubung kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM.

Menurutnya, sertifikat halal tidak seharusnya hanya menjadi kelengkapan administratif bagi pelaku usaha. Sertifikasi harus mampu menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan daya saing produk.

“Setelah menerima sertifikat halal bukan hanya menjadi suatu pegangan atau kebanggaan. Justru ini menjadi tantangan bagaimana meningkatkan produksi dan kualitas produk sehingga bisa menembus pasar yang lebih luas hingga internasional,” ujarnya.

Pemerintah Kota Metro, lanjutnya, berharap UM Metro dapat terus mengembangkan Halal Center serta memperkuat pengawasan dan pendampingan kepada pelaku usaha.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi proses produksi setelah sertifikat halal diperoleh. Dengan demikian, jaminan halal tidak hanya berhenti pada penerbitan dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses produksi.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Metro secara resmi menyatakan dibukanya Halal Center UM Metro. Peresmian menjadi momentum baru bagi UM Metro untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan ekonomi halal, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Metro, BPJPH Provinsi Lampung, Bank Indonesia Provinsi Lampung, Politeknik Negeri Lampung, serta berbagai mitra lainnya, Halal Center UM Metro diharapkan menjadi pusat edukasi, pendampingan, riset, dan pengembangan ekosistem halal yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Metro dan Provinsi Lampung.

Peresmian tersebut dihadiri Rektor UM Metro Dr. Nyoto Suseno, M.Si., Wali Kota Metro yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Dr. Kusbani, M.Pd., Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto, S.E., M.A., perwakilan Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Lampung Liga Jefriansyah, S.Pd., M.Pd.I., perwakilan Halal Center Politeknik Negeri Lampung (Polinela); jajaran pimpinan UM Metro; serta pelaku UMKM.