Metro – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Catur Dharma Perguruan Tinggi melalui peresmian Desa Binaan yang berfokus pada penguatan kemandirian masyarakat berbasis ekonomi sirkular. Program ini menjadi langkah strategis universitas dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Peresmian desa binaan tersebut merupakan bagian dari implementasi program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan oleh tim dosen UM Metro bersama mitra desa. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Desa binaan ini bukan sekadar program pengabdian, tetapi merupakan model kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap inovasi yang dikembangkan dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Program desa binaan ini mengusung konsep ekonomi sirkular, yaitu sistem yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya melalui pengolahan kembali limbah menjadi produk yang bernilai guna. Salah satu implementasinya adalah pengelolaan limbah organik menjadi pakan ternak, pupuk organik, hingga produk lain yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama. Oleh karena itu, berbagai kegiatan pendampingan, pelatihan, serta transfer teknologi terus dilakukan agar masyarakat mampu mengelola program secara mandiri.
Selain mendukung peningkatan ekonomi warga, desa binaan juga menjadi laboratorium lapangan bagi dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku perkuliahan.
Kolaborasi antara UM Metro, pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan berbagai mitra diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Model desa binaan ini juga diproyeksikan menjadi contoh pengembangan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain sehingga memberikan dampak yang lebih luas.
Dengan diresmikannya Desa Binaan berbasis ekonomi sirkular ini, UM Metro kembali memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga konsisten menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Penulis : Humas