METRO – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali memperkuat kiprahnya di bidang riset dan inovasi dengan berhasil memperoleh pendanaan Program Hilirisasi Riset Strategis – Skema Hackathon Deeptech Tahun 2026 yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui program tersebut, UM Metro mengusung proposal berjudul “Hackathon Deeptech for Foodtech Indonesia: Akselerasi Hilirisasi Inovasi Deep Technology untuk Membangun Smart Food Ecosystem Nasional.”
Program ini berada di bawah Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Fokus tersebut menempatkan hilirisasi inovasi berbasis deep technology sebagai bagian penting dalam mendorong pemanfaatan hasil riset untuk menjawab kebutuhan strategis nasional.
Capaian pendanaan ini menjadi bagian dari upaya UM Metro dalam membangun ekosistem inovasi yang mendorong hasil penelitian tidak berhenti pada tahap akademik, tetapi dikembangkan menjadi teknologi dan produk inovasi yang memiliki manfaat bagi masyarakat sekaligus peluang untuk dihilirisasikan ke dunia industri.
Program Hilirisasi Riset Strategis – Skema Hackathon Deeptech 2026 merupakan wadah pra-inkubasi strategis yang dirancang untuk mendorong dosen dan mahasiswa mengembangkan solusi inovatif berbasis teknologi dalam menjawab berbagai tantangan nasional.
Dalam pelaksanaannya, program Hackathon Deeptech mengembangkan ekosistem deeptech melalui pemanfaatan teknologi semikonduktor dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), khususnya untuk menjawab persoalan strategis di bidang pangan, energi, kesehatan dan obat, serta hilirisasi dan industrialisasi.
Sesuai dengan proposal yang diajukan UM Metro, fokus diarahkan pada sektor foodtech melalui akselerasi hilirisasi inovasi deep technology untuk mendukung pembangunan Smart Food Ecosystem Nasional.
Keberhasilan UM Metro memperoleh pendanaan tersebut tidak terlepas dari dukungan pimpinan universitas. Rektor UM Metro menugaskan tim penyusun proposal untuk mempersiapkan dan mengembangkan proposal Hackathon Deeptech 2026 sebagai bagian dari strategi penguatan hilirisasi hasil penelitian dan peningkatan kontribusi inovasi perguruan tinggi bagi masyarakat.
Penyusunan proposal dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan akademisi dari berbagai bidang keilmuan. Tim tersebut selanjutnya dipercaya untuk mengelola pelaksanaan program melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Metro.
Program Hackathon Deeptech 2026 dikelola penuh oleh LPPM UM Metro dengan Triana Asih sebagai Ketua Program. Tim pelaksana terdiri atas akademisi lintas disiplin, yakni Ira Vahlia, Satrio Budi Wibowo, Miftahuz Zakiyah, Sangidatus Sholiha, Maryati, Etik Puji Handayani, Soni Isnaini, dan Suharno Zen.
Kolaborasi lintas keilmuan tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai tahapan program, mulai dari pengembangan modul pelatihan kewirausahaan, penyusunan business model canvas, strategi komersialisasi produk inovasi, pendampingan penyusunan model bisnis dan analisis pasar, hingga fasilitasi business matching antara peserta dengan investor, industri, dan calon pengguna teknologi.
Ketua Program Hackathon Deeptech 2026, Triana Asih, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada tim sekaligus dukungan pimpinan UM Metro terhadap pengembangan inovasi berbasis riset.
“Pencapaian pendanaan ini merupakan bukti nyata komitmen UM Metro dalam menjembatani inovasi akademik dengan kebutuhan dunia industri. Melalui Hackathon Deeptech 2026, kami berharap dapat melahirkan purwarupa teknologi maupun startup rintisan yang memiliki keberlanjutan bisnis dan mampu memberikan solusi terhadap persoalan strategis nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LPPM UM Metro, Satrio Budi Wibowo, menegaskan bahwa perolehan hibah tersebut sejalan dengan peta jalan riset universitas yang diarahkan pada penguatan inovasi, hilirisasi teknologi, serta pemanfaatan hasil penelitian agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
“Hilirisasi riset menjadi salah satu fokus utama UM Metro. Hasil penelitian tidak cukup hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus mampu dikembangkan menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, industri, dan pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, pengembangan riset menuju tahap hilirisasi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat.
Program Hackathon Deeptech 2026 sekaligus menjadi bagian dari implementasi visi UM Metro sebagai perguruan tinggi yang unggul, profetik-profesional, dan memiliki diferensiasi.
Nilai keunggulan diwujudkan melalui penguatan riset dan inovasi berbasis teknologi. Sementara nilai profetik-profesional tercermin dalam pengembangan teknologi yang berorientasi pada kebermanfaatan, tanggung jawab, dan kemaslahatan masyarakat. Adapun diferensiasi diwujudkan melalui kemampuan menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata dan memiliki peluang untuk dikembangkan serta dihilirisasikan.
Melalui pendanaan Program Hilirisasi Riset Strategis – Skema Hackathon Deeptech 2026, UM Metro terus mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi, khususnya melalui pengembangan foodtech, memperluas kolaborasi dengan dunia industri, serta mengakselerasi pemanfaatan inovasi deep technology untuk mendukung terwujudnya ekosistem pangan cerdas yang berkelanjutan di Indonesia.