METRO — Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Pelatihan Penyusunan Proposal Hibah dan Penulisan Artikel Ilmiah di Gedung A.R. Fachrudin UM Metro, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut turut melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Provinsi Lampung.
Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas dosen dan peneliti dalam meningkatkan kualitas proposal hibah serta publikasi ilmiah. Selain itu, forum tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring dan membuka peluang kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi antar-PTMA.
Ketua LPPM UM Metro sekaligus Ketua Pelaksana, Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa UM Metro terus berupaya meningkatkan produktivitas penelitian. Hal tersebut terlihat dari peningkatan jumlah proposal hibah yang diajukan dalam beberapa tahun terakhir.
Ia memaparkan, pada 2024 UM Metro mengusulkan sekitar 48 proposal, kemudian meningkat menjadi 51 proposal pada 2025. Pada 2026, jumlah proposal yang disubmit meningkat signifikan menjadi 132 proposal, atau sekitar 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, peningkatan jumlah proposal tersebut belum sepenuhnya diikuti peningkatan jumlah proposal yang berhasil memperoleh pendanaan. Pada 2024 terdapat 13 proposal yang diterima, meningkat menjadi 22 proposal pada 2025. Sementara pada 2026, jumlah proposal yang berhasil didanai tercatat sebanyak 14 proposal.
“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kita. Ketika jumlah proposal meningkat, kualitas proposal juga harus ditingkatkan sehingga peluang untuk memperoleh pendanaan semakin besar,” ujar Satrio.
Selain proposal hibah, ia juga menyampaikan perkembangan publikasi ilmiah UM Metro. Pada 2024 tercatat 23 artikel, meningkat menjadi 33 artikel pada 2025, sedangkan hingga 2026 telah tercatat 16 artikel dan masih terus diupayakan peningkatannya.
Satrio berharap pelatihan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan proposal yang berhasil memperoleh pendanaan, baik melalui skema hibah yang tersedia maupun skema lainnya. Ia juga mendorong peningkatan publikasi pada jurnal berkualitas, termasuk jurnal yang terindeks SINTA 1, SINTA 2, dan SINTA 3.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 123 peserta dari sejumlah PTMA di Lampung, di antaranya UM Metro, Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKOR), dan Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI).
Selanjutnya, Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menyampaikan sambutan sekaligus memaparkan perkembangan sumber daya manusia dan penguatan akademik di UM Metro. Ia menyebutkan bahwa saat ini UM Metro memiliki 267 dosen, yang terdiri atas 21 dosen dengan jabatan akademik profesor/lektor kepala, 112 lektor, 42 asisten ahli, serta 85 dosen yang masih dalam proses memperoleh jabatan akademik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 dosen telah berkualifikasi pendidikan doktor (S3), sementara 25 dosen lainnya sedang menempuh pendidikan doktor. Menurut Rektor, peningkatan kualifikasi akademik tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah.
Ia juga menekankan pentingnya dosen memperluas publikasi ke jurnal eksternal yang berkualitas. Menurutnya, publikasi tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan internal perguruan tinggi, tetapi perlu diarahkan pada jurnal eksternal yang mampu meningkatkan kualitas karya ilmiah sekaligus daya saing dosen dan institusi.
“Mohon ini juga kita bersemangat untuk meneliti dan menulis karena ini juga salah satu penopang untuk lembaga kita,” tegasnya.
Rektor menambahkan, UM Metro saat ini juga tengah mempersiapkan proses asesmen akreditasi institusi. Berbagai penguatan, mulai dari sumber daya manusia, penelitian, publikasi, hingga tata kelola, terus dilakukan sebagai bagian dari peningkatan mutu kelembagaan.
Sementara itu, perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang mempertemukan PTMA di Lampung. Menurutnya, forum bersama seperti ini perlu terus dikembangkan karena menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan memperkuat jejaring antarperguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Ia menilai kolaborasi lintas PTMA memiliki nilai strategis sekaligus memberikan efisiensi bagi perguruan tinggi. Melalui kegiatan bersama, kampus dapat saling berbagi pengalaman terkait penelitian, penyusunan proposal, publikasi, hingga berbagai peluang pendanaan.
Ia juga mendorong dosen dan peneliti untuk tidak hanya bergantung pada satu sumber pendanaan penelitian. Berbagai peluang dapat dijajaki melalui lembaga maupun sektor lain, seperti BRIN, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta institusi lain yang memiliki skema pendanaan penelitian sesuai bidang keilmuan.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti besarnya potensi ekosistem pendidikan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Jaringan pendidikan Muhammadiyah dinilai memiliki modal besar untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kontribusi PTMA di tingkat nasional maupun internasional.
Selain pencapaian akademik, ia menekankan pentingnya perguruan tinggi Muhammadiyah menjaga karakter dan nilai yang menjadi identitas institusi. Menurutnya, kampus tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membangun karakter yang kuat.
Usai penyampaian sambutan, perwakilan Diktilitbang PP Muhammadiyah secara resmi membuka Pelatihan Penyusunan Proposal Hibah dan Penulisan Artikel Ilmiah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi mengenai strategi penyusunan proposal hibah dan penulisan artikel ilmiah. Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pengembangan ide penelitian, penyusunan substansi proposal, strategi memperoleh pendanaan, penulisan artikel, hingga strategi publikasi pada jurnal ilmiah.
Melalui kegiatan ini, UM Metro menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem penelitian dan publikasi yang lebih kuat. Tidak hanya untuk meningkatkan kinerja akademik internal, tetapi juga mendorong kolaborasi antar-PTMA serta menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
Penulis: Han / Humas