Metro – Universitas Muhammadiyah Metro kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program pengabdian yang inovatif. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UM Metro melalui dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meluncurkan program transformasi pemuda pada hari Kamis, 20/08/2026, di Desa Banjarrejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, dengan membentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Terintegrasi Layanan Desa Digital. Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan ekonomi, pendidikan, dan kerentanan digital yang dihadapi oleh pemuda dan warga di desa yang berbatasan langsung dengan Kota Metro tersebut.
Diketuai oleh Dedy Hidayatullah Alarifin bersama tim yang terdiri dari Mujito dan Riswanto, program ini dirancang untuk membangun ekosistem belajar yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis tim, rata-rata indeks kapasitas masyarakat di Banjarrejo hanya mencapai 48,5 persen, dengan aspek ekonomi menjadi yang terendah. “Program ini tidak hanya sekadar tempat pelatihan, tetapi kami bangun sebagai ekosistem terintegrasi. Kami menggabungkan penguatan kelembagaan, sistem digital, kelas keterampilan kerja dan usaha, literasi informasi, keamanan digital, serta layanan administrasi publik berbasis teknologi,” ujar Dedy Hidayatullah Alarifin, Ketua Tim PKM.
PKBM Digital yang dikembangkan memanfaatkan potensi aset lokal, termasuk gedung eks Sekolah Dasar Negeri 2 yang terbengkalai, untuk dijadikan pusat kegiatan belajar. Meskipun pemanfaatan gedung tersebut masih terkendala perizinan yang ketat karena status aset di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten, tim bersama pemerintah desa dan pemuda setempat telah melakukan pembersihan dan pemeliharaan sarana secara swadaya sebagai bentuk kesiapan operasional. “Kami melihat potensi besar dari aset yang ada. Gedung SD yang tidak terpakai ini bisa menjadi pusat transformasi bagi pemuda Banjarrejo, meskipun saat ini masih terkendala proses perizinan” tambahnya.

Berbagai pelatihan telah diberikan kepada kelompok sasaran. Sebanyak 19 ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pemudi mendapatkan pelatihan pemasaran, branding, dan promosi produk. Sementara itu, 24 pemuda dari 8 dusun dengan perwakilan 3 orang per dusun dilatih mengelola sistem digital seperti portal GEMA DAYA dan platform pembelajaran berbasis MOOC (Massive Open Online Course).
Tidak hanya itu, program ini juga menggandeng lintas sektor dalam forum koordinasi keamanan digital dan pemanfaatan gedung eks SD Negeri 2 yang dihadiri oleh pemuda mandiri, pemuda banjarrejo, mencakup Camat Batanghari, Kepala Desa, dan aparatur desa. Forum ini menghasilkan komitmen bersama untuk mengawal perizinan gedung serta mengoptimalkan lokasi alternatif seperti balai desa dan rumah warga untuk kegiatan belajar sementara.
Hasil dari program ini menunjukkan capaian yang menggembirakan. Perkumpulan GEMA DAYA resmi terbentuk sebagai badan hukum. Di sisi teknologi, tim telah mengembangkan tiga platform digital utama: Portal GEMA DAYA (https://gemadaya.id/) untuk publikasi berita dan dokumentasi, Sistem Pembelajaran PKBM Berbasis MOOC (https://pkbm-digital.gemadaya.id/) untuk kelas daring dan sertifikasi digital, serta Sistem Layanan Desa Digital (https://desa-pkbm-digital.gemadaya.id/) untuk administrasi surat dan direktori kos-kosan. Platform MOOC dilengkapi dengan pendaftaran online, kuis interaktif, dan sertifikat QR Code yang terverifikasi.
Kepala Desa Banjarrejo, Bambang Sutejo, menyambut baik program ini. “Kami berharap PKBM Digital ini menjadi motor penggerak perubahan bagi pemuda dan masyarakat. Dengan adanya sistem digital dan pelatihan keterampilan, kami optimis warga Banjarrejo bisa lebih mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Ke depan, program ini direncanakan untuk diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) melalui mekanisme musyawarah desa, serta difinalisasi melalui MoU atau PKS antara GEMA DAYA dan Pemerintah Desa. Camat Batanghari juga telah menyatakan komitmennya untuk mengawal perizinan pemanfaatan gedung eks SD Negeri 2 dan mendukung replikasi model PKBM Digital ke desa-desa lain di Kecamatan Batanghari.