METRO – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Lhokseumawe melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Sabtu (31/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari pengembangan Program Studi S1 Sains Biomedis UM Metro sebagai bagian dari persiapan pengembangan kelembagaan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe menuju institut atau universitas.
Rombongan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe diterima di Ruang Rapat Gedung Dr. Soetomo UM Metro oleh jajaran Fakultas Kedokteran UM Metro. Kegiatan tersebut menjadi forum berbagi pengalaman terkait pengembangan program studi, pengelolaan akademik, sarana prasarana, hingga berbagai aspek yang perlu dipersiapkan dalam pembukaan program studi baru.
Ketua STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, Dr. Abdul Gani, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kunjungan ke UM Metro merupakan bagian dari upaya menimba pengalaman dan memperoleh gambaran praktis mengenai pengembangan perguruan tinggi kesehatan.
Menurutnya, STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe tengah mempersiapkan pengembangan kelembagaan menjadi institut atau universitas. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah membuka program studi baru, salah satunya S1 Sains Biomedis.
“Kami datang ke UM Metro dalam rangka menimba ilmu, khususnya untuk mendukung rencana STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe yang ingin berkembang menjadi institut ataupun universitas. Karena itu, kami perlu mempersiapkan pembukaan program studi baru, salah satunya S1 Sains Biomedis,” ujarnya.
Ia menjelaskan, UM Metro dipilih sebagai salah satu tujuan benchmarking karena telah memiliki Program Studi S1 Sains Biomedis di bawah Fakultas Kedokteran. Pengalaman UM Metro dalam mengembangkan program studi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe dalam menyusun dan mempersiapkan pembukaan program studi serupa.
“Melalui kunjungan ini kami ingin melihat dan mempelajari bagaimana S1 Sains Biomedis di UM Metro dikembangkan, baik dari sisi akademik, sumber daya manusia, laboratorium maupun tata kelolanya,” lanjutnya.
UM Metro Sambut Kunjungan Benchmarking
Dekan Fakultas Kedokteran UM Metro, dr. Windi Pertiwi, MMR., menyambut baik kunjungan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Metro sebagai tempat benchmarking pengembangan S1 Sains Biomedis.

Ia menjelaskan bahwa Fakultas Kedokteran UM Metro saat ini menaungi tiga program studi, yaitu Program Studi Kedokteran Umum, S1 Sains Biomedis, dan Kedokteran Hewan.
Menurut Windi, Program Studi S1 Sains Biomedis UM Metro masih tergolong baru dan saat ini terus mengalami proses pengembangan. Kehadiran STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe untuk melakukan benchmarking dinilai menjadi momentum positif untuk saling berbagi pengalaman.
“Kami justru merasa senang karena meskipun S1 Sains Biomedis UM Metro masih relatif baru, sudah ada perguruan tinggi yang datang untuk berdiskusi dan belajar bersama. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak dan Ibu memilih UM Metro sebagai tempat benchmarking,” ujarnya.
Windi menjelaskan, pengembangan S1 Sains Biomedis UM Metro didukung oleh keberadaan sarana laboratorium serta lingkungan akademik yang berkaitan dengan bidang kesehatan. Keterkaitan tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa.
Ia juga menyampaikan bahwa bidang Sains Biomedis memiliki peluang pengembangan yang luas karena berada pada irisan ilmu biologi dan ilmu dasar kedokteran. Kompetensi lulusan dapat diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan di bidang kesehatan, laboratorium, penelitian, maupun industri yang relevan.
“Untuk hari ini, kami berharap Bapak dan Ibu dapat berdiskusi sebanyak-banyaknya dan menyampaikan apa saja yang ingin diketahui. Ketua Program Studi S1 Sains Biomedis beserta tim sudah siap berbagi pengalaman terkait pengembangan program studi,” katanya.
Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi Muhammadiyah
Wakil Rektor IV UM Metro Bidang AIK dan Kerja Sama, Prof. Dr. Muhammad Ihsan Dacholfany, M.Ed., turut menyambut kedatangan rombongan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe.

Dalam sambutannya, Ihsan menekankan pentingnya silaturahmi dan saling mendukung antarperguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Menurutnya, kegiatan benchmarking tidak hanya menjadi ruang untuk bertukar informasi, tetapi juga dapat menjadi awal bagi penguatan jejaring dan kerja sama kelembagaan.
Ia mengapresiasi niat STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe untuk terus mengembangkan institusi melalui peningkatan kapasitas akademik dan pembukaan program studi baru.
“Semoga kunjungan ini memberikan kemudahan bagi Bapak dan Ibu dalam mengembangkan kelembagaan. Kita berharap apa yang diperoleh dari UM Metro dapat menjadi bekal untuk pengembangan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe ke depan,” tuturnya.
Ihsan juga berharap hubungan antara kedua perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kolaborasi.
“Ke depan, kita harus saling menguatkan dan saling mendukung. Mudah-mudahan dari pertemuan ini lahir kerja sama dan hubungan yang semakin baik antara UM Metro dan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe,” tambahnya.

Kegiatan benchmarking kemudian dilanjutkan dengan penandatangan dokumen perjanjian kerjasama (MoU) dilanjutkan sesi diskusi dan berbagi pengalaman bersama pengelola Program Studi S1 Sains Biomedis UM Metro. Pembahasan mencakup pengembangan program studi, kurikulum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, laboratorium, penjaminan mutu, hingga berbagai kebutuhan dalam penyelenggaraan pendidikan Sains Biomedis.