METRO – Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menyambut mahasiswa baru dari 13 provinsi di Indonesia serta sejumlah mahasiswa internasional pada pembukaan Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) UM Metro Tahun 2026 di halaman kampus setempat, Selasa (22/09/2026).
Di hadapan mahasiswa baru, Dr. Nyoto mengajak seluruh peserta menjadikan MASTAMA sebagai langkah awal untuk mengenal lingkungan kampus, beradaptasi, membangun komunikasi, serta mempersiapkan diri mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik selama menempuh pendidikan di UM Metro.
“Kami ucapkan selamat datang dan selamat bergabung di Universitas Muhammadiyah Metro. Bismillah, kita akan bersama-sama berjuang mengembangkan diri melalui berbagai program dan kegiatan,” ungkapnya.
Dr. Nyoto menjelaskan, sebelum pelaksanaan MASTAMA, UM Metro telah menggelar silaturahim bersama orang tua dan wali mahasiswa baru pada Senin (21/09/2026).
Pertemuan tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari upaya kampus membangun komunikasi dengan keluarga mahasiswa sejak awal agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik.
“Kemarin kami juga sudah mengundang para wali mahasiswa untuk hadir di kampus. Tujuannya untuk menjalin komunikasi supaya adik-adik mahasiswa dapat berhasil dalam menjalani pendidikannya,” katanya.
Ia berharap mahasiswa baru mampu beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan perguruan tinggi dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang disiapkan universitas.
Dr. Nyoto mengatakan, proses pendidikan di kampus tidak hanya berlangsung melalui kegiatan kurikuler dan akademik, tetapi juga melalui kegiatan nonakademik yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan, karakter, serta jejaring.
“MASTAMA ini menjadi masa pengenalan mahasiswa kepada kampus, mulai dari aspek filosofis hingga berbagai aspek teknis yang nantinya akan mereka hadapi selama kuliah,” jelasnya.
Mahasiswa Baru Berasal dari 13 Provinsi
Dalam kesempatan itu, Dr. Nyoto mengungkapkan mahasiswa baru UM Metro Tahun 2026 berasal dari sedikitnya 13 provinsi di Indonesia.
Mahasiswa tersebut tidak hanya berasal dari Lampung dan wilayah Sumatra, tetapi juga dari sejumlah daerah yang cukup jauh, termasuk Papua, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, serta wilayah lainnya.
Menurut Dr. Nyoto , keberagaman asal mahasiswa menunjukkan UM Metro menjadi ruang pendidikan yang semakin terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya mahasiswa dalam negeri, UM Metro juga menjadi tempat belajar bagi mahasiswa internasional.
“Universitas ini juga memiliki mahasiswa dari luar negeri. Ada yang berasal dari Yaman, Thailand, Nigeria, Pakistan, dan beberapa negara lainnya,” ujarnya.
Keberagaman tersebut diharapkan dapat memperkaya interaksi mahasiswa serta membangun lingkungan akademik yang semakin terbuka dan dinamis.

Bangun Rasa Kekeluargaan
Dr. Nyoto menekankan bahwa MASTAMA bukan hanya menjadi sarana mengenalkan gedung, fasilitas, maupun sistem akademik kepada mahasiswa baru.
Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah membangun hubungan antarmahasiswa serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap keluarga besar UM Metro.
“Sekarang kita menjadi satu keluarga. Mungkin dalam waktu singkat kita belum saling mengenal, tetapi hari ini adalah awal untuk saling mengenal,” ucapnya.
Ia berharap proses perkenalan tersebut berkembang menjadi hubungan yang saling mendukung, menghargai, dan melengkapi selama mahasiswa menjalani pendidikan.
Dr. Nyoto menyebut suasana kekeluargaan menjadi salah satu unsur penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.
Ia pun mengajak seluruh unsur kampus, mulai dari pimpinan fakultas, program studi, dosen, hingga tenaga kependidikan untuk mendampingi mahasiswa dalam proses adaptasi.
Minta Mahasiswa Aktif Berkomunikasi dengan Program Studi
Kepada mahasiswa baru, Dr. Nyoto berpesan agar tidak ragu membangun komunikasi dengan program studi dan dosen pembimbing akademik.
Komunikasi yang baik dinilai penting agar mahasiswa dapat memperoleh pendampingan ketika menghadapi persoalan akademik maupun kendala selama menjalani perkuliahan.
“Anda harus dekat dan sering berkomunikasi dengan Kaprodi. Nanti juga dibantu oleh dosen-dosen pembimbing akademik. Tolong komunikasi ini dibangun supaya Anda lebih mudah menjalani kegiatan belajar di Universitas Muhammadiyah Metro,” pesannya.
Dr. Nyoto juga memastikan bahwa UM Metro melalui fakultas, program studi, dan seluruh unsur pendukung akan berupaya membantu mahasiswa berkembang hingga menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Harapkan Dukungan Pemkot Metro
Pada kesempatan yang sama, Rektor turut menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kota Metro agar terus mendukung terciptanya lingkungan yang nyaman bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa yang berasal dari luar daerah.
Menurutnya, kenyamanan mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan Kota Metro ikut berpengaruh terhadap proses pendidikan yang mereka jalani.
“Kami sangat berharap dukungan Pemerintah Kota Metro supaya mahasiswa ini dapat beradaptasi dengan baik di Kota Metro, merasa nyaman dan dimudahkan selama menjalani pendidikan,” kata Dr. Nyoto .
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar UM Metro menyambut mahasiswa baru dengan penuh perhatian dan rasa kekeluargaan.
Baginya, mahasiswa baru yang hari ini memasuki UM Metro membawa harapan besar dari keluarga dan masyarakat.
“Mereka masuk UM Metro menjadi kebanggaan orang tuanya dan kebanggaan masyarakatnya. Insyaallah ke depan mereka akan menjadi kebanggaan bangsa kita,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Dr. Nyoto mengajak mahasiswa baru menanamkan optimisme selama menjalani pendidikan di UM Metro.
Ia kemudian menggemakan tagline Universitas Muhammadiyah Metro, “Solusi Sukses Masa Depan,” yang disambut antusias mahasiswa baru.
“Insyaallah Anda tidak salah bergabung dengan Universitas Muhammadiyah Metro. UM Metro, Solusi Sukses Masa Depan,” pungkasnya.
#MASTAMA2026 #MASTAMAUMMetro #MahasiswaBaruUMMetro #PemkotMetro #KampusMuhammadiyah #LiterasiDigital #GenerasiBerdayaSaing