METRO – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menjadi tuan rumah Pelantikan Pengurus Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (FPPTMA) Korwil Sumatera Bagian Selatan periode 2025–2027 yang dirangkaikan dengan Workshop Sertifikasi Pustakawan, Kamis (3/9/2026).

Mengusung tema “Membangun Pustakawan Kompeten, Profesional, dan Adaptif”, kegiatan berlangsung di Gedung K.H. Abdul Rozak Fachruddin UM Metro secara hybrid dan diikuti oleh unsur pengurus FPPTMA, FPPTI Wilayah Lampung, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Metro, Ikatan Pustakawan Indonesia Kota Metro, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi pustakawan di tengah perubahan layanan informasi yang berlangsung sangat cepat.

“Pustakawan tentu harus kompeten. Kegiatan terkait kompetensi sumber daya manusia dan akreditasi ini saya kira cukup strategis,” ujarnya.

Menurut Rektor, profesionalisme pustakawan juga harus ditunjang oleh layanan perpustakaan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Perpustakaan, katanya, harus mampu menjadi tempat rujukan ketika sivitas akademika membutuhkan sumber informasi dan pengetahuan.

“Kalau sudah diburu orang, ini kelihatan profesionalnya. Ketika orang membutuhkan sesuatu, mereka tahu bahwa perpustakaan menjadi tempat untuk mencarinya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan adaptasi. Menurutnya, perubahan pola pembelajaran yang semakin fleksibel menuntut perpustakaan untuk ikut menyediakan layanan dan sumber pustaka secara daring.

“Perpustakaan juga harus adaptif karena perubahannya luar biasa. Perlu inovasi dari para pustakawan agar perpustakaan tetap menjadi tempat yang nyaman dan dibutuhkan banyak orang,” jelasnya.

Rektor menambahkan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan ilmu pengetahuan, termasuk dalam pengelolaan, dokumentasi, dan penyediaan akses terhadap hasil-hasil akademik dan inovasi.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mencerahkan kita semua dan bisa mengoptimalkan peran kita dalam menjalani profesi sebagai pustakawan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan UM Metro sekaligus Ketua Korwil FPPTMA SUMBAGSEL yang baru dilantik untuk masa jabatan 2025–2027, Tri Krisniati, S.I.Pust., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya bersama seluruh pengurus.

“Atas nama pribadi saya dan seluruh pengurus yang baru dilantik, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan kepada kami,” ungkapnya.

Menurutnya, amanah tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan profesional, berintegritas, dan dilandasi semangat pengabdian.

Ia menilai pelantikan yang dirangkaikan dengan workshop sertifikasi menjadi momentum awal untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas tenaga perpustakaan.

“Workshop sertifikasi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pustakawan, karena perpustakaan saat ini menghadapi perubahan yang sangat cepat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu peserta memahami tahapan sertifikasi, unit kompetensi, penyusunan bukti portofolio, hingga persiapan menghadapi asesmen kompetensi.

Selain itu, ia juga mendorong penguatan kolaborasi dengan FPPTI Wilayah Lampung, IPI Kota Metro, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Metro, FPPTMA Pusat, serta berbagai lembaga lainnya.

“Kami mohon doa, dukungan, arahan, dan kerja sama dari semua pihak agar kepengurusan ini mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum FPPTMA, Irkhamiyati, S.IP., M.IP., memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus baru Korwil SUMBAGSEL.

Ia menekankan bahwa masa kepengurusan bukanlah hal utama, melainkan kontribusi yang dapat diberikan selama menjalankan amanah organisasi.

“Saya rasa mau berapa tahun dalam satu periode tidaklah menjadi sesuatu yang harus kita perdebatkan. Yang lebih perlu kita pertimbangkan adalah apa yang akan kita berikan selama menjadi pengurus,” ujarnya.

Menurutnya, pelantikan juga tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kepengurusan baru harus mampu menghasilkan karya nyata yang dapat dirasakan oleh anggota maupun masyarakat.

“Makna terpenting dari pelantikan bukanlah sekadar seremonial belaka. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membuktikan karya nyata yang akan kita hasilkan,” tegasnya.

Ia juga mendorong pengurus untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi dan pemangku kepentingan.

“Kolaborasi dan sinergi lintas bagian sangat dibutuhkan, termasuk dengan FPPTI, IPI, Dinas Perpustakaan, dan berbagai stakeholder lainnya,” terangnya.

Ketua Umum FPPTMA berharap pengurus yang aktif dapat menjadi motor penggerak bagi anggota lainnya sehingga organisasi tetap bergerak dan memberikan manfaat.

“Jangan hanya berbangga menyandang sebagai pengurus, tetapi banggalah ketika kita benar-benar memberikan manfaat secara nyata,” pungkasnya.

Melalui pelantikan dan workshop tersebut, UM Metro bersama FPPTMA mendorong lahirnya pustakawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga profesional, adaptif, dan mampu merespons perkembangan layanan informasi serta kebutuhan masyarakat akademik.

 

Penulis : Han /  Humas