Metro, 01 Juli 2026 — Di balik tabung-tabung reaksi yang berjajar rapi, cahaya biru yang memantul dari alat elektroforesis, dan tangan-tangan yang telaten menggenggam mikropipet, tersimpan kisah tentang masa depan ilmu pengetahuan. Di ruang laboratorium itulah rasa ingin tahu bertemu dengan ketelitian, sementara teori yang selama ini hidup di lembar-lembar buku akhirnya menjelma menjadi pengalaman nyata.

Semangat itulah yang mewarnai Workshop Molekuler PCR dan Elektroforesis yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Sains Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro bekerja sama dengan Enigma Sainta Solusindo, Kamis (30/7). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Gedung Dr. Soetomo Kampus III UM Metro ini menghadirkan 54 peserta luring yang terdiri atas dosen dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Metro, serta 42 peserta daring dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap penguasaan teknologi biologi molekuler.

Workshop ini bukan sekadar ruang belajar, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan teori dengan praktik laboratorium modern. Peserta diajak memahami dasar-dasar Polymerase Chain Reaction (PCR), teknik elektroforesis, isolasi DNA, simulasi setup PCR, gel castingloading sampel, hingga interpretasi pita DNA dan troubleshooting yang sering dijumpai dalam pemeriksaan molekuler.

Suasana belajar terasa hidup ketika setiap peserta tidak hanya mendengarkan paparan narasumber, tetapi juga menyentuh langsung proses yang selama ini menjadi denyut utama berbagai penelitian biomedis, diagnostik penyakit, hingga pengembangan teknologi kesehatan. Di setiap tetes larutan yang dipindahkan dengan mikropipet, tersimpan ketelitian. Di setiap pita DNA yang mulai tampak pada gel elektroforesis, lahir pemahaman baru bahwa ilmu pengetahuan dibangun dari proses yang sabar dan presisi.

Workshop menghadirkan para narasumber yang berpengalaman di bidang biologi molekuler, yakni Miftahuz Zakiyah, M.Biomed., Ilham Fathurrahman, M.Biotech, Apt. Asran, M.Sc., Handi Wilianto M., S.Farm, serta Apt. Safri Sekti Wibowo, M.Farm. Melalui perpaduan materi konseptual dan praktik langsung (hands-on laboratory), peserta memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus relevan dengan perkembangan teknologi laboratorium modern.

Bagi Program Studi S1 Sains Biomedis UM Metro, workshop ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja. Kemampuan menguasai teknik PCR dan elektroforesis kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi kompetensi penting di berbagai laboratorium penelitian, rumah sakit, industri bioteknologi, hingga lembaga kesehatan masyarakat.

Lebih dari sekadar mempelajari teknik laboratorium, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan sains selalu bermula dari keberanian untuk terus belajar. Sebab di balik setiap molekul yang berhasil dianalisis, terdapat harapan untuk menemukan jawaban atas berbagai persoalan kesehatan manusia.

Dan mungkin, dari ruang laboratorium sederhana di Kampus III Universitas Muhammadiyah Metro hari itu, sedang tumbuh para ilmuwan masa depan—mereka yang kelak akan membaca bahasa kehidupan melalui untaian DNA, lalu menerjemahkannya menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. 

 

 

 

(Penulis : M.A.G / Kontributor)
(Editor : Nas / Humas )