METRO – Rangkaian hari kedua Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) periode Muktamar IV 2023–2028 di Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Lampung, Jumat (9/10/2026), menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029, Zulkifli Hasan. Kehadiran Menko Pangan menjadi momentum untuk mendorong kontribusi kader HW dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan hadir bersama Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia (Kemendes PDT), Dr. M. Khoirul Huda. Turut hadir Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, H. Ma’ruf Abidin, M.Si., didampingi Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) HW Lampung, M. Khoeroni, serta unsur Kwartir Daerah (Kwarda) HW Kota Metro.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Memasuki usia ke-60 tahun pada 2026, UM Metro terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pembukaan Program Studi Kedokteran Hewan yang diharapkan turut mendukung pengembangan sektor pangan.
“Kami berharap UM Metro tidak hanya berkembang sebagai institusi pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kami juga mengundang kader HW untuk melanjutkan pendidikan di UM Metro,” ujarnya.
Nyoto menambahkan, UM Metro terus membuka akses pendidikan bagi generasi muda melalui pengembangan program studi yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman. Penerimaan mahasiswa baru juga masih dibuka hingga 16 Oktober 2026, termasuk untuk Program Studi Kedokteran Hewan.
Sementara itu, Ketua Umum Kwartir Pusat (Kwarpus) HW, Dr. Ir. Aman Suyadi, M.P., mengajak seluruh kader dan pembina HW untuk mengambil peran aktif dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan melalui aksi nyata di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, kader HW memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat karena berasal dari berbagai latar belakang profesi dan keahlian. Potensi tersebut perlu diarahkan pada kegiatan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengembangkan keterampilan pengolahan sampah rumah tangga dan sampah organik menjadi pupuk cair maupun kompos.
“Kader dan pembina HW dapat dilatih mengolah sampah rumah tangga dan sampah organik menjadi pupuk cair maupun kompos. Selain mengurangi persoalan sampah, langkah ini juga mendukung pertanian dan kemandirian pangan masyarakat,” katanya.
Aman menegaskan, pengembangan keterampilan tersebut perlu disertai pendampingan agar masyarakat mampu mengelola dan memanfaatkan hasilnya secara berkelanjutan. Dengan demikian, gerakan kepanduan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan produktivitas pertanian, mulai dari tingkat rumah tangga.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan pentingnya kader HW untuk tetap berpegang pada nilai-nilai dan platform perjuangan organisasi di tengah perubahan zaman.
“Manusia bisa berubah, tetapi platform perjuangan itu harus tetap menjadi pegangan,” tegasnya.
Ia juga mendorong peningkatan produktivitas petani, penguatan kesejahteraan nelayan, serta pengembangan koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, kemandirian pangan tidak cukup hanya dicapai melalui peningkatan produksi, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan para pelaku utama sektor pangan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan dukungan fasilitas perikanan, kepastian pasar, serta pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat kegiatan ekonomi dan produksi masyarakat.
Zulkifli turut mengajak masyarakat mengubah pola pikir dari ketergantungan terhadap bantuan menjadi lebih produktif dan mandiri. Upaya tersebut, menurutnya, perlu didukung dengan pengelolaan sampah yang melibatkan pemerintah dan masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.
Melalui pelaksanaan Tanwir I HW pada 8–10 Oktober 2026 di UM Metro, diharapkan terbangun konsolidasi organisasi yang semakin kuat serta komitmen bersama untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Penguatan peran kader dalam ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang berkemajuan dan responsif terhadap tantangan bangsa.