METRO – Masa Ta'aruf Mahasiswa (MASTAMA) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) hari kedua, Rabu (23/9/2026), diawali dengan sesi pembekalan mengenai sistem pendidikan tinggi serta tantangan perguruan tinggi di era digital dan Revolusi Industri 4.0.
Pada sesi pertama yang berlangsung tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman awal kepada mahasiswa baru mengenai kehidupan akademik dan tuntutan kompetensi di perguruan tinggi. Materi Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia disampaikan oleh Wakil Rektor I UM Metro, Dr. Rahmad Bustanul Anwar, M.Pd. Dalam materi tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan pendidikan tinggi sebagai jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, sarjana, magister, doktor, profesi, dan spesialis.
Pembekalan kemudian mengarah pada konsep Kampus Berdampak, yang menempatkan perguruan tinggi tidak hanya sebagai institusi penghasil lulusan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia kerja, industri, pemerintah, dan lingkungan. Mahasiswa didorong menjadi pelaku perubahan melalui ilmu, karya, inovasi, dan pengabdian. Untuk mendukung pengalaman belajar tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus, mulai dari magang atau praktik industri, asistensi mengajar, proyek kemanusiaan, studi atau proyek independen, kewirausahaan, penelitian, pertukaran mahasiswa, membangun desa, hingga bela negara.
Mahasiswa baru juga mendapatkan gambaran mengenai sistem pembelajaran digital di UM Metro melalui SPADA UM Metro. Platform tersebut mendukung akses materi perkuliahan, pengumpulan tugas, kuis, forum diskusi, hingga pengunggahan tugas akhir. Pembelajaran dengan pendekatan hybrid learning memadukan pembelajaran daring dan luring untuk mendukung mahasiswa agar belajar secara aktif, mandiri, kolaboratif, dan bertanggung jawab. Aspek etika akademik dan anti-plagiarisme turut menjadi bagian dari materi. Mahasiswa diingatkan mengenai pentingnya kejujuran akademik, tanggung jawab terhadap kebenaran ilmiah, serta penghargaan terhadap karya orang lain melalui sitasi yang tepat.
Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan materi Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri 4.0 yang disampaikan Wakil Rektor II UM Metro, Dr. Nedi Hendri, M.Si., Ak., CA., CPA. Materi tersebut membahas perubahan yang ditandai dengan perkembangan otomatisasi, big data, kecerdasan buatan (AI), dan Internet of Things (IoT), yang turut meningkatkan kebutuhan terhadap soft skills dan literasi digital. Mahasiswa juga diperkenalkan dengan konsep Society 5.0, yaitu masyarakat yang mengintegrasikan teknologi canggih dengan nilai kemanusiaan. Dalam menghadapi perkembangan tersebut, perguruan tinggi perlu melakukan transformasi pada kurikulum, pedagogi, serta infrastruktur pembelajaran, termasuk pengembangan pembelajaran daring dan hybrid.
Perubahan dunia kerja juga menuntut mahasiswa memiliki peran yang lebih luas. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi problem solver, serta aktif dalam riset, kewirausahaan, inovasi sosial, dan membangun jejaring lintas disiplin maupun lintas budaya. Literasi digital menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa. Kemampuan tersebut mencakup mengakses, mengevaluasi, dan memproduksi informasi melalui teknologi digital, disertai sikap kritis terhadap hoaks dan disinformasi, pemahaman mengenai keamanan data pribadi, serta penerapan etika digital. Dalam menunjang aktivitas akademik, mahasiswa juga dikenalkan dengan berbagai perangkat dan platform digital seperti SPADA, Canva, Zoom, Google Workspace, Google Scholar, Mendeley, dan Sinta.
Pemanfaatan teknologi tersebut mendukung kegiatan pembelajaran, penyusunan tugas, presentasi, kolaborasi, publikasi, dan riset. Sesi pertama MASTAMA hari kedua ini juga menekankan pentingnya membangun growth mindset, yaitu pandangan bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha, strategi, pengalaman, dan umpan balik. Mahasiswa didorong untuk berani menghadapi tantangan dan belajar dari kesalahan. Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa baru UM Metro diharapkan memiliki pemahaman awal mengenai sistem pendidikan tinggi sekaligus kesiapan menghadapi perubahan teknologi dan tuntutan kompetensi abad ke-21, yang meliputi kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, berpikir analitis, kolaborasi, komunikasi, serta etika dan akuntabilitas.