METRO – Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAMA) Universitas Muhammadiyah Metro hari kedua kembali menghadirkan pembekalan keislaman dan pembentukan karakter bagi mahasiswa baru, Rabu (23/9/2026).

Pada sesi ketiga, mahasiswa mendapatkan materi yang menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Islam dan keteladanan Rasulullah saw. sebagai pedoman dalam kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari lingkungan kampus.

Materi pertama disampaikan oleh Kasimun MT, S.Ag., M.M., Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro sekaligus Wakil Ketua PDM Kota Metro, dengan tema “Rasulullah sebagai Teladan Kehidupan.”

Dalam materi tersebut, mahasiswa diajak untuk memahami Rasulullah saw. sebagai sosok teladan yang dapat dijadikan rujukan dalam membangun akhlak, sikap, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan Rasulullah diharapkan dapat menjadi landasan mahasiswa dalam menjalani kehidupan sebagai insan akademik sekaligus bagian dari masyarakat.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Ihsan Dacholfany, M.Ed., Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Metro, dengan materi “Perilaku Hidup Islami Warga Kampus.”

Dalam paparannya, Prof. Ihsan menjelaskan bahwa MASTAMA merupakan bagian dari proses ta’aruf atau saling mengenal yang dapat dilanjutkan dengan tafahum (saling memahami), ta’awun (saling menolong), dan takaful (saling menanggung). Proses tersebut diharapkan dapat membangun hubungan yang baik di antara mahasiswa serta menciptakan kehidupan kampus yang harmonis.

Materi juga membahas penerapan Pedoman Hidup Islami (PHI) dalam kehidupan warga Universitas Muhammadiyah Metro. Nilai-nilai tersebut mencakup kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, organisasi, pengelolaan amal usaha Muhammadiyah, profesi, hingga pengembangan ilmu pengetahuan dan seni budaya.

Prof. Ihsan turut menekankan pentingnya membangun kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial dalam kehidupan mahasiswa. Di antaranya melalui meluruskan niat dalam belajar, membiasakan membaca dan berdiskusi, membangun kepercayaan diri, menjaga persaudaraan, menghormati dosen dan orang yang lebih tua, serta memiliki semangat untuk terus berkembang dan tidak mudah menyerah.
Selain itu, mahasiswa juga diingatkan bahwa proses menuntut ilmu membutuhkan adab, kesungguhan, kesabaran, serta bimbingan dari guru. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Melalui sesi tersebut, MASTAMA UM Metro tidak hanya menjadi ruang pengenalan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga menjadi sarana pembekalan bagi mahasiswa baru agar mampu menjalani kehidupan akademik dengan nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, dan semangat menuntut ilmu.