TULANG BAWANG BARAT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2026 Kelompok 32 Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna untuk mendukung pengelolaan sampah di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Inovasi tersebut diwujudkan melalui pembangunan Incinerator Rocket Stove, sebuah tungku pembakaran yang dirancang untuk membantu mengoptimalkan proses pembakaran sampah sekaligus mengurangi asap dibandingkan pembakaran terbuka secara konvensional.
Program bertajuk “Pemanfaatan Incinerator Rocket Stove sebagai Solusi Pembakaran Sampah Minim Asap” tersebut dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) di Kantor Balai Tiyuh Pulung Kencana. Pembangunan alat mendapat dukungan dari Kepalo Tiyuh, perangkat tiyuh, serta masyarakat setempat.
Sebanyak 10 mahasiswa KKN Kelompok 32 terlibat dalam proses pembuatan hingga penyelesaian alat tersebut. Mereka memanfaatkan sejumlah material, di antaranya bata hebel, semen, batu, besi, dan pasir yang dirangkai menjadi tungku pembakaran.
Secara prinsip, rocket stove memanfaatkan aliran udara dan panas dalam ruang pembakaran untuk membantu proses pembakaran berlangsung lebih optimal. Kayu atau ranting digunakan sebagai bahan bakar, sementara aliran udara dan panas diarahkan melalui ruang pembakaran dan saluran yang telah dirancang.
Mahasiswa KKN berharap keberadaan alat tersebut dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam mengelola sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali, sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka.
Ketua Kelompok KKN 32 mengatakan, program tersebut disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan persoalan lingkungan yang ditemukan selama pelaksanaan KKN.
“Harapannya, masyarakat dapat mengurangi dampak asap pembakaran sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.
Selain membangun alat, mahasiswa juga menyerahkan Rocket Stove tersebut kepada pihak Tiyuh Pulung Kencana agar dapat dimanfaatkan dan dirawat setelah program KKN berakhir.
Tokoh masyarakat Tiyuh Pulung Kencana menyambut baik inovasi yang dihadirkan mahasiswa UM Metro. Ia berharap Rocket Stove tidak hanya menjadi hasil kegiatan KKN, tetapi dapat dikembangkan sebagai contoh pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting agar inovasi yang telah dibuat mahasiswa dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan mendorong terciptanya lingkungan tiyuh yang lebih bersih dan sehat.

Dorong Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
Program KKN Kelompok 32 tersebut juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Melalui teknologi tepat guna yang sederhana dan dapat dipelajari masyarakat, mahasiswa berupaya memperkenalkan pendekatan pengelolaan sampah yang lebih terarah di tingkat masyarakat.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UM Metro Dr. Satrio Budi Wibowo, S.Psi., M.A., mengapresiasi inovasi yang dilakukan mahasiswa KKN Kelompok 32.
“Kami dari pihak LPPM sangat mengapresiasi inovasi Incinerator Rocket Stove yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Kelompok 32. Ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Catur Darma PTMA, ketika mahasiswa mampu mengidentifikasi persoalan di masyarakat dan menghadirkan solusi melalui teknologi tepat guna,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa program KKN tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan selama mahasiswa berada di lokasi, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kami berharap alat ini dapat dirawat dengan baik dan pengetahuan yang diperoleh selama proses pembuatannya dapat dipelajari serta dikembangkan oleh masyarakat Tiyuh Pulung Kencana secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 32 UM Metro berharap Rocket Stove dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat dan menjadi salah satu bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di Tiyuh Pulung Kencana.
Bagi UM Metro, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat melalui program KKN diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga meninggalkan pengetahuan, inovasi, dan praktik baik yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah program KKN selesai.