JAKARTA — Universitas Muhammadiyah (UM) Metro kembali membuktikan kapasitasnya sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki jejaring luas dan komitmen pada mutu yang berkelanjutan. Hal ini dibuktikan secara nyata melalui peran strategis Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UM Metro yang dipercaya menjadi mitra kerja sama antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) dalam penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Auditor Manajemen Mutu LSP. 

Kegiatan berskala nasional yang diinisiasi oleh Perkumpulan Lembaga Sertifikasi Profesi (PLSP) PTMA ini diselenggarakan dengan penuh dedikasi di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) selama tiga hari, mulai hari Rabu hingga Jumat, 7-9 September 2026. Demi menjaga standar kualitas dan objektivitas, acara ini menghadirkan narasumber secara langsung dari pemangku otoritas tertinggi sertifikasi tenaga kerja di Indonesia, yakni Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Dalam perhelatan bergengsi tersebut, delegasi ahli dari LSP UM Metro hadir dengan formasi lengkap yang dipimpin langsung oleh Dani Anggoro selaku Ketua LSP UM Metro. Tim yang bertindak sebagai panitia dan motor penggerak kegiatan ini juga diperkuat oleh para pakar di bidangnya, antara lain Ika Arthalia Wulandari (Manajer Bidang Sertifikasi), Fikriana (Manajer Bidang Manajemen Mutu), Febriana Khoiriyah (Manajer Bidang Sertifikasi), Desi Budiono (Asesor LSP), serta M. Aang Khonaifi (Staf LSP). Kehadiran tim ini menunjukkan keseriusan UM Metro dalam mengawal tata kelola sistem sertifikasi yang kredibel dan akuntabel di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar partisipasi kepanitiaan, keterlibatan aktif sivitas akademika UM Metro dalam agenda lintas institusi ini merupakan manifestasi langsung dari upaya pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi. Kolaborasi strategis ini secara nyata menyumbang pada pencapaian IKU 3, di mana dosen dan tenaga kependidikan berkegiatan di luar kampus untuk mencari, mengasah, dan berbagi pengalaman manajerial tingkat nasional. Selain itu, jalinan kerja sama ini memperkuat IKU 6 terkait perluasan program studi yang bekerjasama dengan mitra terkemuka. Melalui pilar-pilar IKU tersebut, langkah UM Metro semakin mantap dalam mempertahankan dan meningkatkan marwahnya sebagai perguruan tinggi berpredikat "Unggul". 

Dari kacamata global, inisiatif peningkatan mutu manajemen LSP ini sangat relevan dan sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang diusung oleh dunia internasional. Bimtek Auditor Manajemen Mutu berelasi sangat kuat dengan upaya nyata pemenuhan SDG ke-4 (Pendidikan yang Bermutu), dengan memastikan bahwa instrumen pengujian kompetensi mahasiswa berjalan sesuai standar baku yang ketat. Di saat yang bersamaan, layanan sertifikasi berstandar BNSP yang bermutu tinggi akan memuluskan jalan bagi tercapainya SDG ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Lulusan yang dihasilkan akan benar-benar terjamin keahliannya, mudah diserap oleh industri, dan siap berkontribusi bagi perekonomian bangsa. 

Momentum strategis di UMJ ini sekaligus menjadi panggung promosi yang sangat elegan bagi UM Metro untuk memancarkan identitasnya sebagai "Kampus Profetik Profesional". Visi profetik menuntut sebuah institusi untuk tidak sekadar melahirkan ilmuwan atau praktisi yang cerdas dan tersertifikasi secara profesional, melainkan juga harus menanamkan nilai-nilai kenabian: humanisasi (memanusiakan manusia), liberasi (membebaskan dari kebodohan), dan transendensi (kesadaran ilahiah). Dengan melibatkan diri dalam penjaminan mutu dan audit sistem manajemen sertifikasi, UM Metro menunjukkan bahwa nilai keprofesionalan yang dibangun selalu berlandaskan pada integritas moral, kejujuran tingkat tinggi, dan akuntabilitas publik. 

Ke depan, sinergi kokoh yang terbangun antara UM Metro, institusi PTMA lainnya, dan otoritas BNSP diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tangguh, adaptif, dan berkesinambungan. Universitas Muhammadiyah Metro terus menegaskan posisinya sebagai kampus pelopor mutu, melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, berakhlak mulia, dan siap memenangkan persaingan global berbekal sertifikasi kompetensi yang diakui oleh negara.