LPPM UM Metro Gelar Workshop Penyusunan Renstra Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Dr. Muhfahroyin, M.T.A. yang saat ini menjabat sebagai ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah (UM) Metro mengungkap pelatihan ini dilatar belakangi atas pertanyaan asesor saat melangsungkan akreditasi Prodi.

“Kehadiran Renstra Penelitian dan Pengabdian ini bermula saat asesor akreditasi bertanya mengenai keberadaan Renstra Fakultas. Sebelumnya kita hanya punya di level Universitas, sehingga hal ini perlu ditindak lanjuti dengan ini (pelatihan penyusunan),” katanya pada Rabu (8/3/2023) di aula gedung HI kampus setempat.

Menurutnya hal ini juga dikarenakan adanya perbedaan substansi di setiap Fakultas mau pun Prodi.

“Kita sudah punya Renstra Penelitian dan Abdimas di tingkat Universitas, tapi pihak asesor masih mempertanyakan Renstra Penelitian dan Abdimas di tingkat Fakultas. Menurut mereka yang dinilai itu yang di level Fakultas atau Prodi karena adanya perbedaan substansi setiap bidang keilmuwan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Royin sapaan akrabnya menyebutkan Rencana Strategis yang akan disusun Fakultas hanya pada substansinya saja lantaran aspek lain sudah disiapkan oleh pihak LPPM.

“Saat penyusunan Renstra Fakultas, sudah kami buatkan templatenya, format dan covernya juga sudah disiapkan, pihak fakultas cukup fokus pada substansi di Fakultasnya masing-masing,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan Suyanto, M.Si., Akt., CA., ACPA., CRA. mewakili Rektor menekankan untuk menggunakan analisis SWOT dalam penyusunan Renstra.

“Saat Menyusun Renstra nanti bisa merujuk pada analisis SWOT. Pihak Fakultas harus memahami kekuatan atau keunggulan yang dimiliki di Fakultas masing-masing yang kita sebut Strenghts. Dengan kekuatan yang ada di sini harapan kami bisa memunculkan arah Renstra yang fokus pada kajian masing-masing di level Fakultas dan Prodi. Nah tujuannya adalah memberdayakan kekuatan itu untuk menutupi kelemahan atau Weakness pada tahap berikutnya,” terangnya.

Ia juga berpendapat penggunaan analisis SWOT ini akan menjadikan Prodi dan Fakultas memiliki terobosan baru pada Renstra penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di masa depan.

“Jika sudah, maka akan muncul Opportunity atau Peluang untuk mengetahui substansi mana saja yang akan diprioritaskan di tahun ini. Lalu yang terakhir adalah melihat seberapa jauh faktor yang menjadi ancaman dalam penelitian dan abdimas yang sedang kita kerjakan. Kalo semua sudah dipetakan, maka hasilnya tentu akan menjadi terobosan baru bagi dosen kita baik di Prodi mau pun di Fakultas,” tukasnya.