Siapa yang menyangka, seorang mahasiswi yang pernah merasa sedih dan harus menahan rindu karena sang ayah pergi merantau, kini justru mampu memberikan kejutan dan kebahagiaan terbesar bagi keluarganya dengan meraih predikat sebagai salah satu wisudawan terbaik fakultas. Nadia Lailatur Umaroh merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia memiliki seorang adik laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Nadia berasal dari keluarga sederhana. Ia adalah putri seorang petani yang sejak kecil telah mengajarkannya tentang arti kerja keras, kesabaran, dan perjuangan.

Nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan kedua orang tuanya menjadi bekal bagi Nadia untuk terus berusaha meraih pendidikan yang lebih tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas pada tahun 2022, dengan penuh rasa syukur Nadia mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Metro. Kesempatan tersebut tentu tidak terlepas dari doa, usaha, dan kerja keras kedua orang tuanya yang selalu berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi dirinya.

Sejak menjadi mahasiswa Pendidikan Ekonomi UM Metro, Nadia bertekad untuk menjalani perkuliahan dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan pendidikan sebaik mungkin. Ia berharap, melalui pendidikan yang ditempuhnya, kelak dapat memberikan kebanggaan dan kebahagiaan kepada kedua orang tuanya.

Namun, perjalanan Nadia dalam menyelesaikan pendidikan tidak selalu berjalan mudah. Ketika memasuki semester 2, Nadia harus menghadapi kenyataan bahwa sang ayah dengan berat hati pergi jauh dari keluarga untuk bekerja. Keputusan tersebut diambil demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan Nadia dan adiknya.

Kepergian sang ayah tentu membuat Nadia merasa sedih dan harus menahan rasa rindu. Meski demikian, Nadia memahami bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk kasih sayang sekaligus pengorbanan seorang ayah untuk masa depan anak-anaknya. Perjuangan sang ayah justru menjadi sumber kekuatan bagi Nadia untuk terus bertahan, belajar dengan sungguh-sungguh, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan di Pendidikan Ekonomi UM Metro.

Waktu pun terus berjalan. Hingga akhirnya, saat Nadia memasuki semester 7, sang ayah dapat kembali pulang dan berkumpul bersama keluarga. Kepulangan tersebut menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi Nadia dan keluarganya. Setelah sekian lama terpisah, keluarga mereka akhirnya dapat kembali merasakan kebersamaan.

Perjuangan yang panjang tersebut akhirnya mengantarkan Nadia pada sebuah pencapaian yang sangat ia syukuri. Pada 8 Agustus 2026, dengan penuh rasa syukur, Nadia berhasil menyelesaikan pendidikan dan diwisuda sebagai Sarjana Pendidikan Ekonomi Universitas Muhammadiyah Metro.

Kebahagiaan Nadia semakin lengkap karena pada hari wisuda tersebut, ia tidak pernah menyangka akan dipercaya menjadi salah satu wisudawan terbaik tingkat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Metro. Pencapaian tersebut menjadi kejutan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Nadia dan kedua orang tuanya.

Bagi Nadia, keberhasilan tersebut bukan semata-mata hasil dari usaha dirinya sendiri. Di balik pencapaian itu terdapat doa, perjuangan, dukungan, serta pengorbanan kedua orang tua yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya. Ketika melihat bapak dan ibu hadir di hari wisuda, Nadia merasa sangat terharu karena kembali mengingat seluruh perjuangan yang telah mereka lalui demi dirinya.

Nadia merasa bersyukur dan bangga karena dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus senyum penuh kebanggaan di wajah kedua orang tuanya. Baginya, menjadi wisudawan terbaik bukan hanya sebuah pencapaian akademik, tetapi juga menjadi salah satu bentuk kecil dari upaya membalas perjuangan dan pengorbanan orang tua.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan bapak dan ibu kesehatan, umur yang panjang, rezeki yang cukup, serta kebahagiaan dalam setiap langkah mereka. Semoga Nadia juga diberikan kesempatan, kemampuan, dan kekuatan untuk terus membahagiakan mereka serta membalas sedikit demi sedikit segala kebaikan dan pengorbanan yang telah diberikan kepada Nadia,” ujar Nadia.


Editor: Humas
Sumber: https://ummetro.ac.id/public/kisah-nadia-lailatur-umaroh-anak-petani-yang-raih-predikat-wisudawan-terbaik-fkip-um-metro