Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Resmikan Masjid Baitul Hikmah UM Metro

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Resmikan Masjid Baitul Hikmah UM Metro

UM Metro – Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menggelar acara Peresmian Masjid Baitul Hikmah, Launcing 3 (tiga) Program Studi(Prodi) baru dan peletakan batu pertama gedung Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro, bertempat di Kampus 3 UM Metro, Selasa (27/09/2022).

Kegiatan acara yang digelar ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. KH. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung Prof. Dr. H. Marzuki Noor, M.S. Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Metro Prof. Dr. Hj. Enizar, M.Ag., Rektor UM Metro Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd. serta jajaran dan para masyarakat lingkungan sekitar serta mahasiswa UM Metro.

Ketua panitia pembangunan Dr. Handoko Santoso, M.Pd. menyampaikan proses pembangunan masjid Baitul hikmah ini memakan waktu hamper 3 tahun.

“Walaupun dalam proses pembangunan sempat tertunda selama 4 bulan akibat pandemi covid-19, Masjid Baitul Hikmah berhasil dibangun dengan waktu pembangunan sampai dengan 2 tahun 7 bulan, terhitung mulai ditetapkannya SK Rektor yang di tetapkan tanggal 18 Februari 2020 prihal Panitia Pembangunan Masjid Kampus 3 UM Metro. Dan pembangunan Masjid dimulai pada tanggal 1 Maret 2020,” terangnya.

Menurutnya masjid yang telah bersertifikat arah kiblat oleh Kementrian Agama Kota Metro ini telah berdiri tegak dengan luas mencapai 2.111,25-meter persegi dan dapat menampung sampai dengan 1500 jamaah di dalamnya.

“Masjid Baitul Hikmah ini terdiri dari 3 lantai, lantai pertama sebagai basement untuk ruang UKM, ruang marbot, lobby dan tempat berwudhu, kemudian lantai 2 dan 3 sebagai tempat beribadah,” tambahnya.

Dr. Handoko juga menjelaskan sumber dana pembangunan masjid ini dihimpun dari kampus, Yayasan athuros, dan sumbangan dari warga.

“Rencana Anggaran ini dibuat tahun 2020 berdasarkan harga tahun 2019. Sehingga saat itu direncanakan anggaran sebanyak sebesar 5 miliar 635 juta rupiah. Jumlah pengeluaran sampai dengan saat ini mencapai 5 miliar 507 juta rupiah. Anggaran ini bersumber dari Universitas Muhammadiyah Metro.  Kemudian dari donatur civitas akademika, alumni juga berperan serta membangun masjid kita ini, sehingga sampai tanggal 26 kemarin terkumpul sejumlah 228 juta rupiah. Donatur juga berupa semen, batu dan juga pasir. Dari 5 kubah masjid satu diantaranya adalah diinfakkan untuk masjid kita. Kemudian ada juga sumbangan dari yayasan Athuros wilayah Lampung sebesar 450 juta rupiah yang akan dibayarkan setelah peresmian,” jelasnya.

Kemudian Rektor UM Metro, Jazim Ahmad dalam sambutannya juga menyampaikan progres pembanguan di UM Metro yang ada di 3 kampus

“Secara fisik UM Metro terus melakukan pembangunan. Kampus 3 membangun masjid, kampus 2 membangun gedung kuliah uantuk penambahan ruang kelas dan kemudian di kampus 1 pembangunan baru selesai yaitu rehab masjid, gedung UKM, lazisMu dan rehab wajah kampus yang Insya Allah secara fisik tidak pernah berhenti. Kemudian pembangunan masjid ini walaupun hanya dibantu 450 juta bisa jadi. Pada kesempatan ini memohon doa restu langsung kepada hadirin mudah-mudahan pembangunan gedung fakultas kedokteran segera terwujud dan ini menjadi kebanggaan semua warga Muhammadiyah Metro dan Lampung khususnya,” ujarnya.

Menurutnya masjid Baitul Hikmah ini akan menjadi wajah baru bagi kampus 3 karena lokasinya yang dekat dengan jalan menjadikan masjid ini bangunan paling indah dari yang bangunan lain disekitarnya. Dan tentunya terdapat harapan agar para masyarakat sekitar juga berperan serta dalam memakmurkan masjid ini.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir dalam tausiyahnya menerangkan bahwa pembangunan ini menunjukkan hal yang luar biasa melambangkan jiwa dan orientasi Tindakan Muhammadiyah yang memang haus akan kemajuan serta Muhammadiyah memiliki etos kemajuan yang selalu ingin maju.

“Muhammadiyah itu bukan hanya bergerak pada pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, tapi juga ekonomi karena termasuk membuka lapangan kerja, dengan berkembangnya Muhammadiyah pembangunan ini juga akan menyerap pekerja. Jadi jangan melihat Muhammadiyah dengan mudah, lihat bahwa apa yang dilakukan Muhammadiyah korelasinya adalah untuk pembangunan bangsa,” terangnya.

Prof. Haedar juga berharap keberadaaan Muhammadiyah di Provinsi Lampung terus berkembang dan berkemajuan.

“Maka saya berharap Muhammadiyah di seluruh provinsi Lampung ini makin berkemajuan. Dan lewat UM Metro serta sekolah-sekolah Muhammadiyah kita songsong kemajuan ini dengan semangat Muhammadiyah maju untuk umat dan bangsa,” tukasnya.