Metro – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Dr. Satrio Budi Wibowo, M.A., resmi dilantik sebagai Ketua Wilayah 1 Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA) Periode 2026–2028. Pelantikan tersebut menjadi momentum penguatan jejaring riset dan pengabdian masyarakat antar-PTMA di Indonesia.
Pelantikan pengurus Konsorsium LPPM PTMA disambut oleh Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah sebagai langkah strategis untuk memperkuat kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta kolaborasi antarinstitusi di lingkungan PTMA.
Dalam arahannya, Wakil Pimpinan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Mahfud Solikhin, Ph.D., menegaskan bahwa penguatan peran LPPM menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul dan berdaya saing global.
"PTMA harus terus bergerak maju melakukan peningkatan kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan yang terpenting adalah hilirisasi riset, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan pendataan semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026, ekosistem PTMA saat ini terdiri atas 164 perguruan tinggi, 2.528 program studi aktif, didukung 20.289 dosen tetap, serta melayani 718.678 mahasiswa di seluruh Indonesia.
Menurutnya, potensi besar tersebut perlu dioptimalkan melalui kolaborasi yang kuat antarlembaga agar menghasilkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak lebih luas.
"Kekuatan yang luar biasa ini harus dioptimalkan melalui kolaborasi antarinstitusi. Sinergi ini mutlak diperlukan agar kita mampu menghasilkan karya penelitian dan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tegasnya.
Menutup arahannya, Prof. Mahfud mengajak seluruh pengurus konsorsium untuk membangun budaya kolaborasi dan saling menguatkan dalam memajukan PTMA melalui riset dan pengabdian.
Kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Satrio Budi Wibowo sebagai Ketua Wilayah 1 menandai kembalinya peran aktif UM Metro dalam Konsorsium LPPM PTMA sekaligus memperkuat posisi universitas dalam jejaring penelitian dan pengabdian tingkat nasional.
Melalui kepengurusan periode 2026–2028, LPPM UM Metro berkomitmen memperluas kolaborasi penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, serta pengembangan inovasi bersama PTMA dan berbagai mitra strategis. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan riset yang aplikatif, berdampak bagi masyarakat, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.