METRO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Metro terus mendorong agar proses pendidikan selaras dengan perkembangan dunia profesional. Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Program Studi yang mempertemukan unsur akademisi, alumni, mahasiswa, serta pengguna lulusan dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Kegiatan yang digelar pada 2 Oktober 2026 di Aula Gedung Soedirman FEB UM Metro tersebut menjadi ruang evaluasi dan penghimpunan masukan untuk pengembangan kurikulum pada tiga program studi, yakni S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S1 Kewirausahaan.

Sejumlah perwakilan pengguna lulusan dan mitra dari dunia kerja turut hadir, di antaranya Kamino, M.M., Direktur BPRS Metro Madani Kota Metro; M. Fajri, S.E., Direktur Bank Muamalat Kota Metro; Nur Ilmy, S.M., Manajer SDI RSU Muhammadiyah Metro; Dr. Joni Wuriyanto, M.Pd., dari CV. Laduny Alifatama Kota Metro; Arissun Cahya, S.Pd.I., dari PT MSI Kota Metro; serta Aan Junaidi, S.E., M.M., Direktur PT Mesva dan PT ADA Lampung.

Dari internal FEB UM Metro, kegiatan diikuti Dekan FEB, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, serta para ketua program studi, yakni Kaprodi S1 Manajemen Nani Septiana, S.E., M.M., Kaprodi S1 Akuntansi Jawoto Nusantoro, M.Si., dan Kaprodi S1 Kewirausahaan Ardiansyah Japlani, S.E., MBA.

Kurikulum Harus Menjawab Perubahan Dunia Kerja

Dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan, Dekan FEB UM Metro menekankan bahwa kurikulum memiliki posisi penting dalam menentukan arah pembentukan kompetensi mahasiswa. Kurikulum, menurutnya, tidak sebatas kumpulan mata kuliah, tetapi menjadi instrumen strategis untuk mempersiapkan lulusan menghadapi dinamika kehidupan profesional.

“Mahasiswa FEB tidak hanya kita persiapkan untuk lulus dan memperoleh ijazah, tetapi harus memiliki kompetensi, karakter, dan jiwa kewirausahaan. Lulusan FEB tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga harus mampu menjadi job creator,” tegasnya.

Perubahan teknologi, pola bisnis, dan kebutuhan tenaga kerja yang semakin dinamis menjadi alasan perguruan tinggi perlu melakukan evaluasi kurikulum secara berkala. Karena itu, pengembangan kurikulum FEB UM Metro diarahkan agar mampu memperkuat kemampuan akademik sekaligus kompetensi profesional, digital, kewirausahaan, dan karakter mahasiswa.

Ia menambahkan, lulusan FEB diharapkan memiliki karakter adaptif, inovatif, profesional, melek digital, kolaboratif, berintegritas, dan memiliki orientasi kewirausahaan.

“Lulusan FEB UM Metro harus memiliki karakter adaptif, inovatif, profesional, digital, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada kewirausahaan. Oleh karena itu, kurikulum harus mampu menjawab kebutuhan zaman sekaligus membekali mahasiswa menghadapi persaingan dunia kerja dan menciptakan peluang usaha,” lanjutnya.

Masukan DUDI Jadi Bahan Evaluasi

FGD tersebut tidak hanya menjadi forum pemaparan kurikulum, tetapi juga dimanfaatkan untuk menggali pandangan dari pihak-pihak yang berhadapan langsung dengan kebutuhan tenaga kerja.

Keterlibatan pengguna lulusan dan DUDI dinilai penting karena perguruan tinggi membutuhkan gambaran nyata mengenai kompetensi yang saat ini diperlukan oleh dunia profesional. Masukan yang diberikan mencakup kemampuan teknis, karakter, perilaku kerja, soft skill, serta kompetensi tambahan yang dapat meningkatkan daya saing lulusan.

Para pelaku DUDI juga menekankan pentingnya hubungan yang lebih erat antara lembaga pendidikan dan dunia kerja melalui konsep link and match. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membantu perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Selain itu, pengembangan Teaching Factory (TEFA) turut menjadi salah satu perhatian. Model pembelajaran tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi kerja sesungguhnya sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mengenal praktik dan budaya kerja secara langsung.

Sementara itu, alumni memberikan gambaran berdasarkan pengalaman mereka setelah memasuki dunia profesional. Perspektif dosen digunakan untuk memastikan pengembangan kurikulum tetap memiliki landasan akademik dan keilmuan, sedangkan mahasiswa memberikan masukan berdasarkan pengalaman mereka selama menjalani proses pembelajaran.

Seluruh masukan tersebut selanjutnya menjadi bahan bagi masing-masing program studi untuk melakukan evaluasi dan merumuskan penyempurnaan kurikulum.

Tiga Program Studi Paparkan Arah Kurikulum

FGD juga diisi dengan pemaparan kurikulum oleh masing-masing program studi. Nani Septiana, S.E., M.M. memaparkan kurikulum S1 Manajemen, Jawoto Nusantoro, M.Si. menyampaikan kurikulum S1 Akuntansi, sementara Ardiansyah Japlani, S.E., MBA. memaparkan kurikulum S1 Kewirausahaan.

Dalam pemaparan tersebut, masing-masing program studi menjelaskan sejumlah aspek, mulai dari profil lulusan, kompetensi yang ditargetkan, susunan mata kuliah, hingga arah pembelajaran yang dikembangkan sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan keilmuan.

Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka bersama stakeholder. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi pengguna lulusan dan peserta lainnya untuk memberikan tanggapan, koreksi, maupun rekomendasi terhadap arah kurikulum yang sedang dikembangkan.

Dari FGD Menuju Rumusan Pengembangan Kurikulum

FGD Kurikulum FEB UM Metro diarahkan untuk menghasilkan masukan yang dapat ditindaklanjuti oleh program studi. Setidaknya terdapat beberapa fokus utama yang ingin dicapai, yaitu mengevaluasi kurikulum yang telah berjalan, memetakan kompetensi yang dibutuhkan pengguna lulusan, serta memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.

Hasil pembahasan diharapkan dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi konkret, antara lain terkait profil dan kompetensi lulusan, penyempurnaan struktur serta substansi kurikulum, pengembangan pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri, serta penguatan kemitraan dengan alumni, pengguna lulusan, DUDI, dan berbagai stakeholder lainnya.

Bagi FEB UM Metro, proses penyempurnaan kurikulum merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan. Kurikulum tidak hanya dituntut relevan dengan perkembangan akademik, tetapi juga harus mampu mengikuti perubahan lingkungan bisnis, akselerasi teknologi digital, kebutuhan industri, serta tumbuhnya berbagai peluang kewirausahaan.

Melalui hasil FGD tersebut, tiga program studi di lingkungan FEB UM Metro diharapkan dapat terus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, karakter kuat, kemampuan beradaptasi, kecakapan digital, serta kesiapan memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.


Editor: Humas UM Metro
Sumber: https://feb.ummetro.ac.id/feb-um-metro-gelar-fgd-kurikulum-perkuat-kompetensi-lulusan-sesuai-kebutuhan-dunia-kerja