METRO – Peralihan kurikulum menuju Outcome-Based Education (OBE) di Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikan Dr. Siti Suprihatin, M.Pd., Kepala P3AI LPM UM Metro, dalam kegiatan evaluasi dan pengembangan kurikulum di Aula Gedung AR. Fachrudin UM Metro, Jumat (21/8/2026).
Dalam pemaparannya, Dr. Siti menjelaskan bahwa evaluasi dan penelusuran kurikulum bukan merupakan kegiatan yang baru dilakukan di lingkungan UM Metro. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses berkelanjutan karena kurikulum harus terus dikembangkan mengikuti perubahan kebutuhan pendidikan, masyarakat, dunia kerja, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Penelusuran kurikulum ini bukan yang pertama kali dan pastinya juga bukan yang terakhir kali. Karena kurikulum ini akan terus kita kembangkan dan harus mengikuti adanya perubahan-perubahan,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa implementasi kurikulum juga perlu dievaluasi secara berkala. Evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum dilakukan secara rutin untuk memastikan kurikulum tetap relevan dan dapat diterapkan secara efektif, sementara evaluasi secara menyeluruh dilakukan dalam rentang waktu yang lebih panjang.
OBE Membawa Pergeseran Paradigma
Dr. Siti menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum baru berbasis OBE di UM Metro bukan sekadar mengganti kurikulum lama, melainkan merupakan proses pergeseran dan penguatan paradigma pembelajaran.
Menurutnya, perubahan tersebut menitikberatkan pada kejelasan kompetensi yang harus dimiliki lulusan serta bagaimana kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran yang terstruktur.
“Paradigmanya bergeser. Lulusannya nanti punya kompetensi apa, kemudian cara mencapainya melalui apa? Salah satunya melalui mata kuliah untuk mencapai profil lulusan,” ujarnya.
Dalam konteks UM Metro, implementasi kurikulum juga perlu memperhatikan karakteristik Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Dengan demikian, penyusunan kurikulum berbasis OBE harus mampu menerjemahkan visi dan karakteristik perguruan tinggi ke dalam profil lulusan, capaian pembelajaran, mata kuliah, serta proses pembelajaran.

Seluruh Unsur Harus Mendukung
Lebih lanjut, Dr. Siti menegaskan bahwa keberhasilan penerapan OBE tidak dapat dibebankan hanya kepada pimpinan atau program studi. Perubahan paradigma tersebut membutuhkan dukungan seluruh unsur dalam sistem perguruan tinggi.
Ia mengibaratkan implementasi OBE seperti kerja sebuah tangan. Setiap jari memiliki fungsi dan harus bergerak bersama agar dapat bekerja secara optimal.
“Semua unsur memang harus terlibat. Bagaimana OBE ini untuk mencapai tujuan pembelajaran dan capaian profilnya, semuanya akan melibatkan semua unsur,” katanya.
Unsur tersebut mencakup pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, sistem administrasi, sarana dan prasarana, regulasi, hingga dukungan pembiayaan. Seluruh komponen harus berjalan secara selaras agar perubahan kurikulum dapat diimplementasikan secara efektif.
Menurutnya, apabila hanya satu unsur yang bergerak sementara unsur lainnya tidak memberikan dukungan, maka proses transformasi kurikulum akan menghadapi berbagai kendala.
“Ketika semua unsurnya ada, harus administrasi, dosen, sarana dan prasarana, semuanya harus mendukung,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan pimpinan menjadi penting dalam memberikan arah kebijakan, sementara dosen memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kurikulum ke dalam proses pembelajaran. Di sisi lain, sarana dan prasarana, regulasi, sistem administrasi, serta dukungan keuangan juga harus dipersiapkan untuk menopang implementasi OBE.
Kurikulum Harus Terus Beradaptasi
Dr. Siti menekankan bahwa perubahan menuju OBE tidak boleh dipandang sebagai proses yang berhenti setelah kurikulum selesai disusun. Kurikulum harus terus dievaluasi dan dikembangkan berdasarkan hasil implementasi serta perubahan lingkungan pendidikan.
Karena itu, program studi bersama dosen perlu melakukan refleksi secara berkala untuk melihat apakah kompetensi lulusan yang dirumuskan masih sesuai dengan kebutuhan dan apakah proses pembelajaran telah mampu mendukung pencapaiannya.
Melalui keterlibatan seluruh unsur tersebut, UM Metro diharapkan mampu membangun sistem kurikulum OBE yang tidak hanya kuat secara dokumen, tetapi juga efektif dalam pelaksanaannya dan mampu menghasilkan lulusan sesuai dengan profil serta kompetensi yang telah ditetapkan.