JAKARTA - Dosen Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) turut berpartisipasi dalam The 72nd TEFLIN International Conference yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 7–9 Oktober 2026.
Dalam forum internasional tersebut, tim dosen UM Metro mempresentasikan hasil penelitian mengenai pengembangan rubrik penilaian esai berdasarkan jenis teks (text types) dengan pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk pembelajaran di perguruan tinggi.
Tim peneliti terdiri atas Dedi Turmudi, Lilian Megapuri, Yasmika Baihaqi, dan Fadhila Sihombing. Penelitian berjudul “Essay Writing Assessment Rubric Based on Text Types with a HOTS Approach in Higher Education” tersebut dipresentasikan dalam sesi paralel di Ruang 13.
Konferensi TEFLIN tahun ini mengangkat tema “Transforming Language Education: Innovation, Inclusion, and Connection for a Sustainable Future”. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan The 10th International Conference on Education in Muslim Society (ICEMS) dan The 2nd TESOL Research Colloquium.
Forum yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mempertemukan akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi pendidikan bahasa dari Indonesia maupun berbagai negara.
Kembangkan Rubrik Berdasarkan Jenis Teks
Penelitian tim UM Metro berangkat dari persoalan dalam penilaian kemampuan menulis esai. Setiap jenis teks memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari sisi struktur generik, penggunaan bahasa, maupun fungsi sosial. Karena itu, penggunaan satu model penilaian untuk seluruh jenis teks dinilai belum sepenuhnya mampu menggambarkan kemampuan mahasiswa secara komprehensif.
Penelitian ini sekaligus merespons masih terbatasnya kajian mengenai penilaian esai berdasarkan jenis teks dengan pendekatan HOTS pada jenjang pendidikan tinggi.
Dedi Turmudi, sebagai perwakilan tim peneliti, menjelaskan bahwa pengembangan rubrik tersebut diarahkan agar proses penilaian menulis menjadi lebih kontekstual dan sesuai dengan karakteristik teks yang dihasilkan mahasiswa.
“Penilaian esai tidak seharusnya menggunakan satu ukuran yang sama untuk semua jenis teks. Setiap genre memiliki struktur, karakteristik kebahasaan, dan tujuan sosial yang berbeda. Karena itu, rubrik penilaiannya juga perlu disesuaikan agar kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa dapat terlihat secara lebih tepat,” jelas Dedi.
Menurutnya, hasil penelitian tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek penilaian, tetapi juga dapat menjadi instrumen pendukung bagi dosen dalam memberikan umpan balik yang lebih terarah kepada mahasiswa.
Diuji pada Lima Perguruan Tinggi
Pengembangan rubrik dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi Analyse, Define, Design, Implementation, dan Evaluation.
Tahap pengujian melibatkan sekitar 145 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dari lima perguruan tinggi di Lampung, yakni Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Muhammadiyah Lampung, Universitas Muhammadiyah Pringsewu, UIN Raden Intan Lampung, dan Universitas Lampung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manual penilaian yang dikembangkan memperoleh tingkat penerimaan yang sangat baik dari subjek penelitian dengan skor penerimaan 8,9.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan rubrik berbasis jenis teks dan HOTS memiliki potensi untuk mendukung proses pembelajaran menulis di perguruan tinggi. Pendekatan tersebut memungkinkan penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan tujuan dari teks yang ditulis mahasiswa.
Perluas Diseminasi Riset Dosen
Keikutsertaan tim dosen UM Metro dalam TEFLIN International Conference ke-72 menjadi bagian dari upaya memperluas diseminasi hasil penelitian sekaligus membangun jejaring akademik dengan komunitas pendidikan bahasa di tingkat nasional dan internasional.
Bagi UM Metro, forum ilmiah internasional seperti TEFLIN menjadi ruang penting bagi dosen untuk mempresentasikan hasil penelitian, memperoleh masukan dari akademisi lain, serta membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengembangan keilmuan.
Hasil penelitian tim UM Metro diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem penilaian kemampuan menulis yang lebih relevan, terukur, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. (Humas UM Metro).