Dari Ruang Kelas ke Laboratorium Nyata: Mahasiswa Biomedis UM Metro Jelajahi Bioteknologi di BVet Lampung

LAMPUNG – Ruang laboratorium tak lagi sekadar tempat sunyi penuh alat dan rumus. Selama 7–8 Januari 2026, mahasiswa Sains Biomedis menjadikannya arena eksplorasi nyata melalui praktikum Bioteknologi Molekuler di Balai Veteriner (BVet) Lampung.

Kegiatan ini bukan praktikum biasa. Mahasiswa diajak keluar dari zona nyaman ruang kelas dan langsung berhadapan dengan dunia kerja laboratorium berstandar nasional. Kepala Balai Veteriner Lampung, drh. Suryantana, M.Si, menegaskan bahwa pengalaman ini dirancang sebagai bekal awal mahasiswa sebelum memasuki dunia profesional.

“Praktikum molekuler ini kami harapkan menjadi jembatan antara teori kampus dan kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kaprodi Sains Biomedis, Miftahuz Zakiyah, M.Biomed, menilai praktikum di BVet memberi ruang bagi mahasiswa untuk menguji langsung pemahaman mereka terhadap ilmu biomedis, bioteknologi, hingga bioinformatika. “Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar apa teorinya, tetapi juga bagaimana ilmu itu diterapkan,” jelasnya.

Hari pertama dimulai dengan pengenalan standar keselamatan laboratorium yang ketat—fondasi penting sebelum menyentuh dunia molekuler. Setelah pretest dan pemaparan materi, mahasiswa langsung masuk ke sesi inti: preparasi master mix, ekstraksi DNA/RNA, hingga pengukuran konsentrasi menggunakan Qubit. Pegangan mikropipet, pengaturan volume presisi, dan kehati-hatian terhadap kontaminasi menjadi pengalaman baru yang tak tergantikan.

“Awalnya tegang, takut salah. Tapi justru itu yang bikin belajar jadi berkesan,” ujar salah satu mahasiswa, sambil tersenyum usai sesi praktikum.

Tantangan meningkat di hari kedua. Mahasiswa mempraktikkan PCR konvensional dan real-time, dilanjutkan visualisasi elektroforesis, serta postest sebagai evaluasi akhir. Di sinilah mahasiswa melihat secara langsung bagaimana teknologi molekuler bekerja mendeteksi materi genetik secara cepat dan akurat—kompetensi kunci di dunia riset dan diagnostik masa kini.

Meski berlokasi di balai veteriner, pilihan tempat ini bukan tanpa alasan. Konsep One Health menjadi landasan utama. Banyak penyakit manusia berasal dari hewan, sehingga pemahaman lintas sektor kesehatan menjadi krusial. Praktikum di BVet membuka wawasan mahasiswa bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terhubung.

Kegiatan dua hari ini ditutup dengan diskusi interaktif bersama para mentor BVet Lampung. Tak hanya membahas teknis laboratorium, para praktisi juga berbagi gambaran dunia kerja bioteknologi yang kian berkembang pesat di tahun 2026. Bagi mahasiswa, pengalaman ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan langkah awal menuju masa depan profesional di bidang biomedis.

 

Kontributor: RJ/Staf FK
Editor: Nas/Humas