Metro – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kali ini, UM Metro menggandeng Bank Sampah Unit (BSU) Bintang Mandiri Karangrejo, Metro Utara, dalam program "Desa Mandiri Pakan dan Pupuk" berbasis pengolahan limbah organik Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi produk bernilai ekonomi melalui teknologi fermentasi Pumakkal dan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Program ini tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi sirkular yang memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini merupakan implementasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah organik sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi sirkular.
Ketua tim pelaksana, Prof. Dr. Agus Sutanto, M.Si., menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberdayakan Kelompok BSU Bintang Mandiri agar mampu menjadi sentra ekonomi sirkular berbasis pengolahan limbah organik dari Program MBG yang ada di Kota Metro.
"Melalui program ini, limbah organik yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Kami ingin masyarakat tidak hanya mampu mengelola sampah, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan," ujarnya.
Program ini berangkat dari tiga persoalan utama yang dihadapi mitra.
Pertama, kapasitas produksi yang masih rendah akibat belum tersedianya teknologi pengolahan limbah organik basah. Permasalahan ini diatasi melalui pelatihan teknologi fermentasi menggunakan bioaktivator Pumakkal dan budidaya maggot (BSF).
Kedua, rantai pasok dan diversifikasi produk yang belum optimal. Tim Program Kreatif Mahasiswa (PKM) memfasilitasi kemitraan formal antara BSU Bintang Mandiri dengan penyedia limbah organik MBG sekaligus memberikan pelatihan pengembangan produk berupa maggot sebagai pakan ternak, kasgot sebagai pupuk organik, pupuk organik cair (POC), hingga kompos.
Ketiga, sistem pemasaran yang masih pasif, untuk mengatasi hal tersebut, tim mendampingi mitra dalam membangun jejaring pemasaran dengan peternak ayam, petani, serta memperkuat kemampuan manajemen usaha sehingga produk yang dihasilkan memiliki pasar yang berkelanjutan.
Pelaksanaan program dilakukan melalui empat tahapan, yaitu prasurvei dan perencanaan partisipatif, pelaksanaan kegiatan berupa sosialisasi dan pelatihan teknis, evaluasi dan monitoring, serta pendampingan keberlanjutan dan diseminasi hasil. Pendekatan learning by doing menjadi metode utama agar masyarakat dapat menguasai teknologi secara langsung.
Melalui teknologi tersebut, limbah organik dari MBG tidak lagi menjadi beban lingkungan, tetapi menjadi sumber ekonomi baru yang mampu mendukung sektor peternakan dan pertanian secara berkelanjutan sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan melalui pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab.
Melalui teknologi tersebut, limbah organik dari MBG tidak lagi menjadi beban lingkungan, tetapi menjadi sumber ekonomi baru yang mampu mendukung sektor peternakan dan pertanian secara berkelanjutan.
Luaran program ini diharapkan mampu menghadirkan unit pengolahan limbah organik yang beroperasi secara mandiri, meningkatkan kapasitas produksi dan manajemen usaha masyarakat, memperluas akses pasar, sekaligus membangun model bisnis ekonomi sirkular yang menghubungkan hasil pengolahan limbah dengan peternak ayam, petani sayuran, hingga penyedia kebutuhan Program MBG. Selain memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, model ini juga menjadi contoh penerapan inovasi berbasis teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Keberhasilan program ini ditopang oleh kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan dosen, tenaga pendukung, dan mahasiswa UM Metro. Tim dipimpin oleh Prof. Dr. Agus Sutanto, M.Si., bersama para akademisi dari bidang pendidikan, teknik, pertanian, ekonomi, dan sains, sehingga mampu menghadirkan pendekatan yang komprehensif dalam pengembangan ekonomi sirkular berbasis pengolahan limbah organik.
Program "Desa Mandiri Pakan dan Pupuk" menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi UM Metro dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi tepat guna yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Melalui pengembangan ekonomi sirkular, penguatan ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan, program ini sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menekankan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, hilirisasi hasil riset perguruan tinggi, serta penguatan kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat.
Pendekatan yang diterapkan dalam program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, serta aksi terhadap perubahan iklim, sekaligus mendukung implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi melalui penguatan inovasi dan pengabdian kepada masyarakat.