METRO - Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menggelar Baitul Arqom Dosen dan Karyawan Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen, integritas, serta pemahaman terhadap nilai-nilai perjuangan Muhammadiyah. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (11–12/9/2026), di Aula Gedung Buya Hamka UM Metro.
Kegiatan Baitul Arqom mengusung tema “Meneguhkan Komitmen dan Integritas untuk Kemajuan Amal Usaha Muhammadiyah” dan diikuti sebanyak 66 peserta. Dari jumlah tersebut, 47 peserta merupakan dosen dan 19 lainnya merupakan tenaga kependidikan. Kegiatan juga diikuti satu peserta eksternal dari Universitas Semarang.
Ketua Panitia Baitul Arqom Dosen dan Karyawan UM Metro, Dr. E. Febriyanto, S.E., M.M., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan bagi dosen dan karyawan sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Baitul Arqom mencakup sejumlah materi dan aktivitas pembinaan yang diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai tata nilai, tata kelola, serta pembinaan dalam lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.
“Alhamdulillah, kegiatan yang sebelumnya kami persiapkan akhirnya dapat direalisasikan. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dari awal hingga akhir dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UM Metro Dr. Nyoto Suseno, M.Si., saat memberikan arahan menegaskan bahwa Baitul Arqom memiliki posisi penting dalam membangun pemahaman dan karakter warga di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.
Menurutnya, Baitul Arqom tidak sekadar menjadi kegiatan pembinaan rutin, tetapi merupakan salah satu instrumen dakwah Muhammadiyah yang diharapkan mampu memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai filosofi dan paradigma gerakan Muhammadiyah.
“Baitul Arqom ini sangat penting. Ini merupakan pengalaman gerakan dakwah Muhammadiyah melalui kegiatan yang menjadi instrumen dakwah. Saya berharap para peserta dapat memahami filosofi dan paradigma gerakan dakwah Persyarikatan Muhammadiyah,” ungkapnya.
Rektor juga mengajak peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk melakukan refleksi dan pembentukan karakter, khususnya dalam mengendalikan ego pribadi.
Ia menilai, setiap orang memiliki potensi keakuan yang tinggi, termasuk mereka yang memiliki posisi akademik maupun struktural. Karena itu, proses pembinaan diperlukan agar setiap individu mampu belajar rendah hati, mengembangkan keikhlasan, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
“Melalui kegiatan ini kita berupaya mengendalikan keakuan tersebut. Kita belajar untuk rendah hati dan mengikhlaskan diri dalam menjalankan amanah,” katanya.
Selain itu, Baitul Arqom diharapkan dapat menumbuhkan dan mengelola rasa cinta secara lebih proporsional. Rektor menyampaikan bahwa rasa cinta kepada keluarga, lingkungan, maupun lembaga harus diarahkan menjadi energi positif dalam menjalankan tugas dan pengabdian.
“Rasa cinta itu harus dikelola. Kita meninggalkan keluarga yang kita cintai untuk mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari proses mempersiapkan diri dalam memberikan layanan kepada umat,” jelasnya.
Dr. Nyoto juga menekankan pentingnya memperkuat kebersamaan antara dosen dan karyawan. Menurutnya, seluruh unsur dalam perguruan tinggi memiliki peran penting dan saling melengkapi dalam menjalankan roda Amal Usaha Muhammadiyah.
“Dosen penting, karyawan juga penting. Kita semua penting. Karena itu, kita berupaya memperkuat kebersamaan melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Peserta juga diarahkan mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, termasuk aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman mengenai kesederhanaan dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
Menurut Rektor, pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan empati sekaligus mengingatkan bahwa pengabdian di tengah masyarakat membutuhkan kesiapan untuk berada dalam berbagai situasi.
“Kesederhanaan itu penting supaya kita bisa merasakan banyak orang yang mungkin tidak selalu tidur di tempat yang mewah. Ketika ada masyarakat yang mengalami kesulitan, kita juga harus ikut bergerak,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung Dr. Ma'ruf Abidin, M.Si., memberikan arahan mengenai pentingnya memahami Muhammadiyah bagi seluruh unsur yang berada di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam dan dakwah yang sejak awal berdirinya senantiasa bergerak untuk memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.
“Dari awal Muhammadiyah hadir itu selalu bergerak. Kalau sebuah gerakan tidak bergerak, maka bukan lagi menjadi gerakan,” tegasnya.

Menurutnya, Amal Usaha Muhammadiyah merupakan salah satu instrumen dakwah Persyarikatan. Karena itu, seluruh orang yang bekerja dan berkiprah di dalamnya memiliki posisi strategis sebagai bagian dari proses dakwah Muhammadiyah.
Dr. Makruf menilai bahwa keberadaan dosen dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah tidak hanya berkaitan dengan tugas profesional, tetapi juga memiliki dimensi ideologis dan dakwah.
“Ketika Bapak dan Ibu menjadi bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, maka Bapak dan Ibu juga menjadi bagian dari gerakan itu,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa seseorang yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah belum tentu secara otomatis memahami secara utuh visi, ideologi, dan nilai-nilai Muhammadiyah. Karena itu, proses perkaderan menjadi penting untuk menanamkan pemahaman tersebut.
“Persoalannya bukan soal suka atau tidak suka, tetapi bagian dari upaya menanamkan pemahaman terhadap visi sekaligus ideologi Muhammadiyah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Makruf mendorong para dosen dan karyawan untuk menjadikan lingkungan kerja sebagai rumah bersama dalam membangun dan mengembangkan Persyarikatan. Ia berharap kegiatan Baitul Arqom dapat menjadi pintu awal bagi peserta untuk semakin mengenal Muhammadiyah sekaligus mengambil peran dalam dakwah di lapangan.
Ia juga mengajak peserta membangun semangat keikhlasan dalam menjalankan amanah di Amal Usaha Muhammadiyah.
“Jangan hanya membicarakan Amal Usaha Muhammadiyah. Kita harus menjadi bagian dari perjuangan dan ikut memberikan yang terbaik bagi dakwah Muhammadiyah,” pesannya.