Mahasiswa UM Metro Angkat Sejarah Lembaga Adat Megou Pak Tuba ke dalam Modul Pembelajaran

UM Metro –  Salah seorang mahasiswa Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Metro kembali menorehkan prestasinya dengan memuat sejarah lokal ke dalam modul pembelajaran. Ia adalah Rani Amelia Putri.

Sejarah lokal yang berhasil dimuat ke dalam modul pembelajaran di tingkat SMA/sederajat ini adalah Sejarah Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang, tentunya melalui bimbingan Drs. Ragil Agustono, M.Pd dan Umi Hartati, M.Pd. selaku dosen di Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro.

Menurut Rani, modul pembelajaran yang ia kembangkan tersebut diperuntukkan untuk guru dalam mengajar siswa di tingkat SMA/sederajat di semua jurusan baik jurusan IPA maupun IPS sebagai referensi bahan ajar mata pelajaran Sejarah.

“Modul pembelajaran sejarah lokal ini saya susun sebagai salah satu sumber referensi bahan ajar yang dapat digunakan oleh para guru di SMA/MA kelas XI baik dalam Program IPA maupun IPS. Adapun pembahasan di dalam modul ini terfokus pada sejarah Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang, namun tidak lupa juga, saya menyisipkan materi pengantar yang berkaitan dengan sejarah Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang,” ungkap Rani.

Adapun fungsi dari modul ini, lanjutnya, adalah sebagai sumber materi sejarah lokal yang dapat dijadikan sebagai buku pendamping dalam pembelajaran sejarah di sekolah, mengingat peran dari pemerintah telah berupaya memperkenalkan sejarah lokal tersebut dengan membangun monumen replika patung Megou Pak. Dengan demikian modul ini diharapkan dapat membantu pesera didik untuk mengetahui lebih dalam sejarah lokal yang ada di Tulang Bawang, khususnya Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang.

“Penggunaan modul ini sangatlah mudah, di sisi lain dengan dikemas secara praktis, di dalam modul ini juga telah dilengkapi berbagai keterangan mengenai cara penggunaannya yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagai standar proses pembelajaran di kelas XI SMA/MA. Selain itu juga modul sejarah Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang ini dilengkapi dengan gambar-gambar pendukung agar terlihat lebih menarik dan efisien,” paparnya lagi.

Dalam mengembangkan produk ini saya membutuhkan waku kurang lebih 4 bulan dimulai dari pembuatan desain produk hingga produk layak di uji coba. Inspirasi dalam pembuatan produk ini adalah ketika saya melihat destinasi wisata baru di Tulang Bawang Barat, yakni Monumen patung Megou Pak, saya sangat tertarik untuk menggali lebih dalam mengenai bagaimana sejarah dibalik monumen Megou Pak tersebut. (Ultram) Dengan demikian saya terinspirasi dan ingin menuangkannya dalam sebuah bahan ajar berbentuk modul ini.

“Dengan adanya modul ini saya berharap dapat membawa manfaat bagi saya maupun bagi siswa dan masyarakat, dengan memuat sejarah Lembaga Adat Megou Pak Tulang Bawang ini ke dalam sebuah modul harapan saya masyarakat lebih mengenal dan mengetahui bagaimana sejarah lokal yang ada di Tulang Bawang, khususnya Lembaga Adat Megou Pak,” imbuhnya. (AL-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan