Manfaatkan Limbah Pertanian, Dosen FT UM Metro Tingkatkan Penghasilan Peternak Ruminansia Lamteng


Pelatihan pembuatan silase/ fermentasi pakan ternak.
DOK: Eko Budiyanto, M.T.)

UM Metro – Dua dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Metro dalam menjalankan Caturdharma Pergu­ruan Tinggi terjun langsung ke Dusun 5 Desa Rukti Endah Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah guna melaksanakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat pada 28 Juni, 2 Juli, 5-6 Juli 2018 lalu.

Kegiatan pengabdian yang didanai oleh Kemenristek Dikti Tahun Anggaran 2018 melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini diketuai oleh Eko Budiyanto, M.T., dosen Program Studi Teknik Mesin FT UM Metro dibantu oleh rekannya sebagai anggota tim, Yusuf Amran, M.T., yang merupakan dosen di Program Studi Teknik Sipil FT UM Metro.

Kepada Medium News dalam rilisnya pada Selasa, 28 Agustus 2018, Eko Budiyanto, M.T. menjelaskan bahwa sasaran kegiatan pengabdian kepada masyara­kat miliknya ini adalah para petani yang memiliki ternak ruminansia seperti sapi dan kambing.

“Ide melaksanakan kegiatan pengabdian ini bermula dari keprihatinan tim pengabdi atas masalah pakan yang sulit didapatkan di musim-musim tertentu, padahal saat warga panen padi dan jagung limbah pertanian yang berupa jerami padi dan pohon jagung tersebut hanya dibakar oleh warga. Ini merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi masalah kesulitan pakan ternak yakni dengan cara mengawetkan atau memfermentasikan limbah pertanian seperti jerami padi dan pohon jagung tersebut guna menanggulangi permasalahan dalam pemenuhan pakan ternak mereka,” ujarnya.

Menurutnya, langkah yang dapat diambil dalam mem­bantu permasalahan tersebut adalah dengan menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan silase/ fermentasi pakan ternak dari limbah pertanian.

“Dalam pelatihan ini, limbah pertanian yang digunakan adalah limbah tanaman padi berupa jerami padi dan limbah tanaman jagung berupa pohon jagung (tebon jagung). Limbah pertanian tersebut dicacah menggunakan mesin pencacah pakan ternak rancangan dari tim pengabdi, kemudian dicampur dengan bahan tambah berupa dedak halus dan EM4 yang kemudian diaduk secara merata. Setelah tercampur secara merata, bahan pakan tersebut dimasukkkan ke dalam wadah plastik (silo) yang tertutup rapat selama 3 minggu. Setelah 3 minggu, pakan tersebut dapat langsung diberikan kepada ternak mereka. Pakan ternak yang difermentasi dapat bertahan hingga 1 tahun, sehingga dapat digunakan sebagai cadangan pakan ketika mengalami kesulitan pakan ternak,” jelasnya.

“Hasil dari kegiatan ini warga menjadi tahu bagaimana cara mengawetkan pakan sehingga dapat memanfaatkan potensi pakan lokal bahkan limbah pertanian yang tidak termanfaatkan sebagai bahan pemenuhan kebutuhan pakan bagi ternak mereka,” tambahnya.


Ketua Kelompok Pengabdian Masyarakat UM Metro Eko Budiyanto, M.T.
Dosen Jurusan Teknik Mesin UM Metro menyerahkan bantuan mesin
pencacah pakan ternak kepada warga Desa Rukti Endah, Kecamatan
Seputih Raman, Lampung Tengah. DOK: Eko Budiyanto, M.T.

Selain memberikan sosialiasi, tim pengabdi UM Metro ini juga menyum­bangkan satu unit mesin pencacah pakan ternak kepada petani setempat yang diwakili oleh Bapak Marwanto  dan di­serahkan langsung oleh ketua tim pe­ngabdi, Eko Budiyanto, M.T.

“Dengan adanya sosialisasi, pelatihan, dan hibah mesin pencacah pakan ternak ini diharapkan warga petani di desa Rukti Endah yang memelihara ternak ruminansia dapat memanfaatkan limbah pertanian untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak mereka meskipun di musim-musim sulit pakan sehingga dapat meningkatkan produktivitas dari ternak yang dihasilkan,” tukasnya (AL-Bayurie¦Hum).



Tinggalkan Balasan