Tanggulangi Bahaya Nyamuk, Vikri CS Sosialisasikan OTS

UM Metro – Delegasi mahasiswa PPL-Tematik UM Metro yang diterjunkan di SMK Negeri 1 Metro bulan lalu ajak seluruh masyarakat Banjarejo RT 19 dusun Menur 1 usir nyamuk dengan Tanam, Semprot dan Oles (TSO), Senin (11/09/17).

Kepada Humas & HI UM Metro, Senin (2/10/17) Vikri Rahma Yuda melaporkan bahwa dewasa ini masyarakat sedang mengeluhkan akan banyaknya nyamuk yang diakibatkan perubahan cuaca.

Nyamuk merupakan salah satu hewan jenis serangga yang berbahaya, jika tidak segera ditangani maka akan mengakibatkan penyakit yang serius bahkan kematian. Apalagi DBD atau yang sering dikenal demam berdarah merupakan salah satu virus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Masyarakat pada umumnya untuk menghindari serangan nyamuk, biasanya menggunakan bahan-bahan kimia, seperti obat nyamuk bakar yang sebenarnya itu menimbulkan bahaya lain jika digunakan dalam jangka panjang. Asap yang ditimbulkan pada obat nyamuk bakar akan terhirup dan akibatnya akan merusak paru-paru kita, ” terangnya.

Beranjak dari permasalahan tersebut, kelompok PPLT-Tematik yang dipimpin oleh Vikri Rahma Yuda ini besut tiga tahapan dalam penanggulangan bahaya laten nyamuk tersebut. Menurutnya tahapan tersebut diawali dengan melakukan penanaman beberapa tumbuhan yang dinaksir sebagai tumbuhan anti nyamuk.

Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, tahap awal dapat dengan melakukan program Tanam, kami mengajak masyarakat untuk menanam tumbuhan seperti Lavender, Serai dan juga Tapak Dara,” papar mahasiswa 21 tahun ini.

Masih dengan Vikri, sapaan akrabnya, selanjutnya tahapan yang perlu masyarakat lakukan adalah SEMPROT, membuat obat semprot dengan bahan alami yakni serai yang sudah ditumbuk halus kemudian direndam air slama 1 malam, lalu disaring dan airnya bisa langsung digunakan sebagai obat semprot untuk mengusir nyamuk.

Tahapan yang terakhir adalah OLES, dengan menggunakan perasan air lemon yang dicampur minyak kayu putih untuk dioleskan keseluruh tubuh sehingga bisa terhindar dari serangan gigitan nyamuk,” tambahnya.

Menurutnya, program yang dilakukan oleh bimbingan Agus Wibowo, M.Pd. dan Umi Hartati, M.Pd. ini merupakan serangakaian kegiatan yang didesain sedemikian rupa guna memenuhi kebutuhan masyarakat Banjarejo, Kabupaten Lampung Timur.

Sosialisasi obat nyamuk herbal TSO ini kami laksanakan di posko (kediaman bapak Mudaim), serta dilanjutkan dengan penanaman lavender di masyarakat Banjarejo RT 19 Dusun Menur 1  tepatnya pada tanggal 11 September 2017,” ungkap Vikri.

Sementara Nur, warga setempat biasa disapa, ikut mengomentari program yang dinahkodai oleh Vikri CS ini dengan khas bahasa jawanya. Menurutnya metode pengusiran nyamuk TSO ini merupakan pengetahuan baru bagi mereka (baca: masyarakat setempat).

"Nembe reti aku nek tanduran iki iso dingge nguser nyamuk to? Biasane aku nek akeh nyamuk gor tak sumeti obat nyamuk, mergo acara iki dadi ngerti bahayane obat nyamuk seng biasa tak engge opo meneh aku jek due anak cilik (saya baru tahu bahwa tumbuhan ini dapat mengusir nyamuk? Biasanya jika banyak nyamuk, saya hanya menggunakan obat nyamuk bakar, karna kegiatan ini saya mengerti bahayanya obat nyamuk yang biasa saya gunakan, apalagi saya sedang memiliki anak kecil),” ujarnya. (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan