Geger!!! Ibu-Ibu di Gang An-Nur Demam KIRUT Olah Mahasiswa PPLT-Tematik UM Metro

UM Metro – Bagi masyarakat umum, sosok yang berperan sebagai penggerak roda ekonomi keluarga biasanya adalah suami atau kepala keluarga. Sedangkan seorang istri hanya berperan sebagai ibu rumah tangga yang pada kesehariannya cenderung pasif dirumah. Peduli dengan keluhan masyarakat tersebut, mahasiswa PPLT–Tematik FKIP UM Metro di SMK Negeri 2 Metro yang berposko di Jalan Yos Sudarso, Gang An-nur RT 049 RW 08, 15 Polos, Metro Pusat, bentuk program KIRUT yang ditujukan khusus buat ibu-ibu rumah tangga di lingkungan setempat.

Program pemberdayaan Keterampilan Ibu-Ibu Rumah Tangga (KIRUT) ini berhasil gegerkan ibu-ibu di lingkungan setempat. Pasalnya salah satu program besutan Mahasiswa PPLT–Tematik bimbingan Agil Lepiyanto, M.Pd. dan Aulia Hanifah Qomar, M.Pd. ini berhasil maksimalkan peran ibu-ibu yang sekaligus mampu tingkatkan penghasilan ekonomi keluarga.

Agil Lepiyanto, M.Pd. menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif mahasiswa bimbingannya yang mengangkat tema lifestyle dengan metode D.I.Y  atau Do It by Yourself.

“Metode D.I.Y ini mengajarkan keterampilan untuk membuat jenis barang yang berguna bagi para ibu rumah tangga setempat. Hal ini sengaja dipilih karena bahan yang digunakan relatif terjangkau dan dapat di buat sendiri,” tutur Agil, yang juga sebagai kepala program studi pendidikan Biologi FKIP UM Metro ini.

Lebih lanjut ia menerangkan bahwa program tersebut diharapkan dapat  berguna bagi para ibu rumah tangga di lingkungan Gang An-nur serta menjadi peluang usaha nantinya. Para ibu rumah tangga yang kerap menghabiskan waktu luangnya untuk bersantai dan mengobrol diubah paradigmanya dan dilatih oleh mahasiswa PPLT-Tematik secara rutin untuk membuat kerajinan tas rajut, bantal karakter, dll.

Sementara Aulia Hanifah Qomar, M.Pd. menambahkan bahwa Tas Rajut yang akan dibuat oleh kaum hawa ini berbahan dasar tali kur yang dipilih karena bahan dasarnya sangat sederhana serta teknik rajut yang hanya berupa kumpulan simpul yang dirasa relatif mudah untuk dipraktekkan oleh para ibu mulai dari umur paruh baya hingga yang sudah tua. Terlebih lagi, peluang usaha kerajinan Tas Rajut Tali Kur diwilayah Metro terbilang sangat besar atau belum banyak pesaingnya.

“Sedangkan untuk Bantal Karakter, kerajinan ini lebih terfokus pada pemanfaatan kain bekas yang diisi dakron atau kapas dan dibentuk karakter kartun animasi. Tujuannya selain untuk memanfaatkan barang yang tidak terpakai, bantal ini juga dapat digunakan sebagai pemercantik kamar anak-anak atau ruang tamu,” papar Aulia Hanifah Qomar, M.Pd, yang juga sebagai dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UM Metro ini.

Harapannya setelah kelompok usaha ini terbentuk, para ibu rumah tangga setempat menjadi lebih aktif dan dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan baik. Selain itu tujuan utama kegiatan ini ialah terbentuknya lapangan pekerjaan yang memiliki peluang usaha yang cukup besar dan bermanfaat bagi para ibu rumah tangga. (Al-Bayurie¦Hum)



Tinggalkan Balasan