LP3H UM Metro Gelar Pelatihan Tenaga Pendamping Proses Produk Halal untuk Perkuat Ekosistem Halal dan Daya Saing UMKM

Metro – Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Universitas Muhammadiyah Metro bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung menyelenggarakan Pelatihan Tenaga Pendamping Proses Produk Halal (P3H) pada Kamis (11/6/2026) di Aula Gedung AR Fachruddin, Kampus I Universitas Muhammadiyah Metro. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta calon pendamping halal sebagai upaya memperkuat ekosistem halal dan mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Pusat Karir dan Inkubator Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro, Karnila Ali, B.Bus., M.PA. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Lampung dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan tersebut.

Menurut Kepala Pusat Karir dan Inkubator Bisnis UM Metro, pelatihan P3H merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran pendamping halal untuk membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Pelatihan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro.

“Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pendamping halal yang kompeten dan profesional sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan ekosistem ekonomi halal Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong percepatan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku UMKM. Karena itu, keberadaan pendamping halal yang memiliki kompetensi dan pemahaman yang baik menjadi sangat penting dalam membantu pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan.

Lebih lanjut, Kepala Pusat Karir dan Inkubator Bisnis UM Metro menambahkan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan peran Inkubator Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro dalam mengembangkan keterampilan mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Selain menjadi bekal kompetensi tambahan, kemampuan sebagai pendamping halal juga diharapkan dapat membuka peluang kontribusi yang lebih luas bagi mahasiswa dalam mendampingi UMKM.

“Kami berharap pelatihan pendamping proses produk halal ini memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM dan membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si. yang menegaskan bahwa pelaksanaan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pengembangan industri halal dan pemberdayaan UMKM.

Dalam sambutannya, Rektor UM Metro menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, para narasumber, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan hingga selesai sehingga memiliki kompetensi sebagai Pendamping Proses Produk Halal yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Rektor UM Metro, keberadaan Halal Center UM Metro memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi, penelitian, pendampingan, dan pengembangan ekosistem halal. Peran tersebut menjadi semakin penting mengingat tingginya kebutuhan masyarakat muslim terhadap jaminan kehalalan produk yang dikonsumsi.

“Di Kota Metro terdapat sekitar 20 ribu UMKM yang perlu terus didorong untuk memperoleh sertifikasi halal. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan yang harus kita perjuangkan bersama,” ujarnya.

Rektor UM Metro menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Metro saat ini memiliki 36 program studi yang berada di bawah delapan fakultas, program vokasi, dan program pascasarjana dengan jumlah mahasiswa sekitar 7.000 orang yang tersebar pada tiga kampus. Potensi tersebut menjadi modal penting bagi universitas untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memahami konsep halal, tetapi juga mulai memperhatikan aspek halalan thayyiban, yaitu produk yang tidak hanya halal secara syariat, tetapi juga baik, sehat, aman, dan bermanfaat bagi kesehatan konsumen.

“Kedepan kita ingin tidak hanya memastikan produk itu halal, tetapi juga memahami kandungan dan nilai gizinya sehingga masyarakat dapat mengonsumsi produk yang benar-benar baik bagi tubuhnya,” ungkapnya.

Rektor UM Metro menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Metro sebagai pusat keunggulan yang profesional, modern, dan mencerahkan. Melalui Halal Center dan LP3H, UM Metro berkomitmen untuk terus mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UM Metro secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Tenaga Pendamping Proses Produk Halal LP3H Universitas Muhammadiyah Metro.

Sementara itu, Muhammad Badrus Sholih, Tim Unit Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah Bank Indonesia Provinsi Lampung yang hadir mewakili Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, menyampaikan dukungan penuh terhadap penguatan ekosistem halal melalui pembentukan Halal Center dan pelatihan tenaga pendamping halal.

Dalam sambutannya, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menjelaskan bahwa Halal Center merupakan lembaga yang memiliki fungsi strategis sebagai pusat edukasi, penelitian, literasi, pelatihan, dan pendampingan dalam mendukung pengembangan industri halal di daerah.

“Halal Center merupakan sebuah lembaga yang menjadi tempat edukasi, penelitian, literasi, pendampingan, dan pelatihan yang mendukung terbentuknya ekosistem halal di suatu daerah,” jelasnya.

Menurut perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal. Dengan jumlah penduduk muslim mencapai sekitar 8,7 juta jiwa, kebutuhan terhadap produk halal terus meningkat sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan produk yang terjamin kehalalannya.

Ia juga menyoroti potensi besar Kota Metro yang memiliki sekitar 20 ribu pelaku UMKM, khususnya di sektor makanan dan minuman. Oleh karena itu, keberadaan pendamping halal dinilai sangat penting dalam membantu para pelaku usaha memperoleh sertifikasi halal.

Selain itu, ia menginformasikan bahwa program sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha diperkirakan akan kembali dibuka pada Juli 2026. Informasi tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh para pendamping halal kepada masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat menjadi Pendamping Proses Produk Halal yang kompeten dan mampu membantu UMKM memperoleh sertifikasi halal sehingga produk-produk lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi,” katanya.

Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara Universitas Muhammadiyah Metro, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem halal nasional. Melalui keberadaan LP3H dan Halal Center UM Metro, diharapkan semakin banyak produk UMKM yang memperoleh sertifikat halal sehingga mampu meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar baik di tingkat nasional maupun internasional.