Dosen Sains Biomedis UM Metro Ambil Bagian dalam Pengembangan Kurikulum Biomedis Nasional

JAKARTA & BANDUNG – Komitmen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro (FK UM Metro) dalam mendukung pengembangan pendidikan sains biomedis di Indonesia kembali diwujudkan melalui partisipasinya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsorsium Ilmu Biomedis Indonesia (KIBI) serta kegiatan Pengabdian Masyarakat Nasional yang berlangsung pada 11–12 Mei 2026.

Pada kegiatan berskala nasional tersebut, FK UM Metro mengirimkan delegasinya yang terdiri atas Ketua Program Studi Sarjana Sains Biomedis, Miftahuz Zakiyah, M.Biomed., didampingi dosen Program Studi Sains Biomedis Nadya Syarifatul Fajriyah, M.Si., serta Evi Oktariani, Amd.Keb., M.K.M. yang bertugas mendukung aspek administrasi dan teknis kegiatan.

Keikutsertaan delegasi FK UM Metro mencerminkan komitmen institusi dalam berkontribusi aktif terhadap pengembangan pendidikan dan keilmuan biomedis di tingkat nasional.

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin, 11 Mei 2026, di Universitas YARSI, Jakarta. Dalam Rakernas KIBI, para peserta membahas berbagai isu strategis terkait penguatan kurikulum dan capaian pembelajaran lulusan Program Studi Ilmu Biomedis pada jenjang Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).

Pembahasan tersebut dipandu oleh Ketua KIBI, Prof. Dr. rer. nat. Asmarinah, M.S., serta Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek, Dr. Beny Bandanadjaja, M.T. Keduanya memberikan pandangan mengenai pengembangan kurikulum pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman serta mendukung peningkatan inovasi dan kompetensi mahasiswa.

Selanjutnya, pada Selasa, 12 Mei 2026, seluruh peserta Rakernas KIBI, termasuk delegasi FK UM Metro, mengikuti kegiatan Pengabdian Masyarakat Nasional di Kabupaten Bandung Barat yang diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Islam Bandung (UNISBA).

Kegiatan pengabdian tersebut difokuskan pada edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai pencegahan dan deteksi dini dua penyakit yang masih menjadi tantangan kesehatan nasional, yaitu Kanker Serviks dan Tuberkulosis (TBC). Melalui kegiatan ini, para akademisi berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan pemeriksaan sejak dini guna menekan angka kasus kedua penyakit tersebut.