Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah: Pengukuhan Guru Besar UM Metro Jadi Tonggak Dakwah Keilmuan
- 27 April 2026
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Berita Terbaru
Kota Metro — Pengukuhan tiga Guru Besar Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) yang digelar di Gedung Wisma Haji Al Khairiyah, Kota Metro, Sabtu (25/4/2026), mendapat apresiasi dari Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Suyadi, M.Pd.I, menyampaikan ucapan selamat atas bertambahnya tiga Guru Besar di lingkungan UM Metro. Menurutnya, capaian tersebut menjadi langkah penting dalam penguatan mutu akademik sekaligus dakwah keilmuan di perguruan tinggi Muhammadiyah.
“Atas nama Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, kami menyampaikan selamat kepada UM Metro atas bertambahnya tiga Guru Besar yang hari ini resmi dikukuhkan. Tahniah juga kami sampaikan kepada Prof. Agus Sutanto, Prof. Etik Puji Handayani, dan Prof. Ihsan Dacholfany atas capaian luar biasa ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dengan tambahan tersebut, jumlah Guru Besar di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) kini mencapai 414 orang. Sementara secara kelembagaan, PTMA berjumlah 164 perguruan tinggi, termasuk satu di Malaysia, dengan jumlah mahasiswa mencapai 675.523 orang serta didukung lebih dari 20 ribu dosen.
Meski demikian, Prof. Suyadi menilai jumlah Guru Besar tersebut masih perlu terus ditingkatkan.
“Jika dilihat dari persentase, jumlah Guru Besar masih sekitar 6 persen. Ini menunjukkan bahwa kita masih perlu terus meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia akademik,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan agar UM Metro dapat segera meraih akreditasi unggul dalam waktu dekat.
“Kami mohon doa bersama, semoga UM Metro bisa memperoleh predikat unggul sebelum Desember 2026,” katanya.
Prof. Suyadi turut menyinggung sejumlah PTMA besar seperti Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang telah memiliki lebih dari 50 Guru Besar. Ia berharap UM Metro dapat mencontoh ekosistem akademik kampus-kampus tersebut.
“Semoga UM Metro bisa ber-fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan, termasuk dalam melahirkan Guru Besar baru,” ujarnya.
Selain itu, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah saat ini tengah menginisiasi program doktor (S3) bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Program tersebut diharapkan mampu melahirkan akademisi yang memiliki kepakaran khusus di bidang AIK.
“Kami mendorong dosen-dosen AIK di UM Metro untuk melanjutkan studi doktoral. Ke depan, kita ingin memiliki Guru Besar yang benar-benar ahli dalam bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami regulasi terbaru terkait karier dosen, khususnya Permendikbudristek Nomor 39 dan 52. Menurutnya, perjalanan menuju Guru Besar ke depan akan semakin menantang.
“Secara umum, perjalanan menuju Guru Besar bisa memakan waktu 16 hingga 24 tahun. Namun, bagi yang memiliki prestasi luar biasa, bisa lebih cepat sekitar 10 tahun,” jelasnya.
Kepada tiga Guru Besar yang baru dikukuhkan, Prof. Suyadi berpesan agar senantiasa menjaga amanah keilmuan dengan sikap rendah hati, bijaksana, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat.
“Semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin arif. Gelar profesor bukan hanya kehormatan, tetapi juga tanggung jawab moral yang harus dijaga,” pesannya.
Ia menegaskan, Guru Besar harus menjadi motor penggerak dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus pembina generasi akademisi berikutnya.
“Profesor harus menjadi lokomotif, melibatkan dosen muda, dan melahirkan generasi yang produktif serta berdaya saing,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Prof. Suyadi menekankan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak penting dalam perjalanan panjang keilmuan seseorang.
“Ini adalah puncak dari proses panjang yang penuh perjuangan. Karena itu, Guru Besar harus mampu menjadi pemimpin dalam pengembangan ilmu sekaligus memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa,” pungkasnya.
