PELITA UM Metro Lakukan Asesmen bagi Calon Mahasiswa Disabilitas Tuna Rungu Wicara

Metro – Universitas Muhammadiyah Metro melalui PELITA (Pusat Layanan Disabilitas) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif dengan melaksanakan asesmen bagi calon mahasiswa disabilitas tuna rungu wicara, Desya Milani Abdiva, pada Selasa (21/04). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses penerimaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis pemetaan kebutuhan mahasiswa secara menyeluruh.

Asesmen dilaksanakan oleh tim PELITA yang dipimpin oleh Ketua PELITA, Ibu Sangidatus Sholiha, M.Pd., bersama anggota tim yaitu Ibu Hapy Ardia Viandaru Siamy, M.Fis., Ibu Ira Vahlia, M.Pd., serta Ibu Ftr. Al Um Aniswatun Khasanah, M.Fis. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan volunteer PELITA yang telah dibekali kemampuan dasar bahasa isyarat serta pemahaman disability awareness, yaitu Lintang Zahrotussani dan Refinia Amanda, yang turut membantu kelancaran proses komunikasi selama asesmen berlangsung.

Proses asesmen dan skrining dilakukan secara komprehensif melalui wawancara dan observasi yang melibatkan calon mahasiswa dan orang tua. Tim melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek penting, seperti kemampuan komunikasi mahasiswa, baik melalui bahasa isyarat maupun bentuk komunikasi lain yang digunakan sehari-hari. Selain itu, dukungan orang tua juga menjadi perhatian utama karena berperan penting dalam keberhasilan studi mahasiswa di perguruan tinggi.

Lebih lanjut, asesmen juga mencakup kesiapan akademik awal berdasarkan pengalaman belajar sebelumnya, tingkat kemandirian mahasiswa dalam belajar dan menjalani aktivitas sehari-hari, serta kondisi psikososial dan motivasi dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Tim juga mengidentifikasi kebutuhan layanan khusus yang diperlukan, seperti pendamping belajar, penerjemah bahasa isyarat, serta adaptasi media pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik mahasiswa.

Melalui tahapan asesmen ini, Universitas Muhammadiyah Metro memastikan bahwa setiap calon mahasiswa disabilitas yang diterima tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memperoleh dukungan layanan yang tepat dan berkelanjutan. Ketua PELITA menyampaikan bahwa proses ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam memberikan layanan pendidikan yang adil dan berkualitas bagi semua mahasiswa.

“Kami berkomitmen untuk tidak sekadar menerima, tetapi juga mendampingi dan memfasilitasi kebutuhan belajar mahasiswa disabilitas agar mereka dapat berkembang secara optimal di lingkungan akademik,” ujarnya.

Dengan adanya keterlibatan tim ahli dan volunteer yang telah terlatih, kegiatan asesmen ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem kampus yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan. Universitas Muhammadiyah Metro pun terus membuka peluang seluas-luasnya bagi calon mahasiswa disabilitas untuk mengakses pendidikan tinggi dengan dukungan yang terencana dan berkelanjutan.