Pascasarjana UM Metro Perkuat Kurikulum OBE Menuju Kampus Profetik Berdaya Saing Global

Metro – Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) menggelar kegiatan Peninjauan Kurikulum dengan tema “Penguatan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) Program Pascasarjana Menuju Kampus Profetik Berdaya Saing Global” di Ruang H.2.2 Gedung Pascasarjana UM Metro, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang, serta Dr. Siti Suprihatin, M.Pd., Ketua LP3S UM Metro. Forum ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), dosen, mahasiswa, alumni, serta mitra institusi sebagai bagian dari penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Direktur Program Pascasarjana UM Metro, Prof. Dr. Muhfahroyin, M.T.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa peninjauan kurikulum merupakan langkah strategis untuk merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.

“Perubahan adalah keniscayaan. Jika kita tidak menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan zaman, maka kita akan tertinggal. Karena itu, penguatan Kurikulum OBE menjadi kebutuhan dalam mewujudkan visi Pascasarjana sebagai pusat keunggulan IPTEKS profetik yang berdaya saing global,” ujarnya.

Pascasarjana UM Metro perkuat Kurikulum OBE menuju kampus profetik berdaya saing global melalui peninjauan kurikulum dan kolaborasi stakeholder.

Menurutnya, pendekatan OBE menekankan pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang terukur dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Oleh sebab itu, keterlibatan stakeholder menjadi bagian penting dalam proses peninjauan kurikulum.

“Program Pascasarjana tidak bisa berjalan sendiri. Kurikulum harus selaras dengan kebutuhan pengguna lulusan, mitra kerja, asosiasi profesi, serta perkembangan regulasi pendidikan,” jelas Prof. Muhfahroyin.

Pascasarjana UM Metro perkuat Kurikulum OBE menuju kampus profetik berdaya saing global melalui peninjauan kurikulum dan kolaborasi stakeholder.

Ia menambahkan, proses pengembangan kurikulum tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mempertimbangkan karakter lokal dan kebutuhan daerah. Hal ini penting agar lulusan Pascasarjana UM Metro memiliki profil yang khas, kontekstual, dan kompetitif.

Selain itu, peninjauan kurikulum juga menjadi bagian dari persiapan akreditasi program studi. Penyusunan kurikulum dilakukan melalui mekanisme ilmiah yang sistematis, meliputi perumusan Capaian Pembelajaran Program Studi (CPPS), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), evaluasi pembelajaran, hingga implementasi standar operasional prosedur (SOP) akademik.

Beberapa program studi di lingkungan Pascasarjana UM Metro, seperti Pendidikan Biologi, Pendidikan IPA, dan Pendidikan Matematika, telah mengimplementasikan pendekatan OBE. Sementara program studi lainnya sedang dalam tahap penguatan dan penyesuaian kurikulum.

Program Pascasarjana UM Metro gelar penguatan Kurikulum OBE untuk meningkatkan mutu lulusan dan daya saing global berbasis kampus profetik.

Prof. Muhfahroyin berharap hasil peninjauan kurikulum ini dapat segera diimplementasikan pada tahun akademik 2026/2027, sehingga mahasiswa baru dapat langsung menggunakan kurikulum berbasis OBE yang telah diperkuat.

“Harapannya, kurikulum ini tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi benar-benar menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter profetik, dan mampu bersaing secara global,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Muhammadiyah Metro dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola akademik, serta mendorong daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional.

 

 

Reporter: Rozin
Fotografer: Nas/Humas
Editor: Nas/Humas