Rektor UM Metro Hadiri Taklimat Presiden di Istana Negara, Tegaskan Komitmen Dukung Riset dan Kemandirian Nasional
- 17 Januari 2026
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Berita Terbaru
Jakarta – Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Dr. Nyoto Suseno, M.Si., menghadiri undangan Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama perguruan tinggi yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis 15 Januari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Rektor UM Metro didampingi oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Metro, Dr. E. Febriyanto, S.E., M.M. Dalam forum strategis yang dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto tersebut, Dr. Nyoto bergabung dengan sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri serta swasta se-Indonesia untuk membahas arah kebijakan bangsa secara keseluruhan, dengan fokus pada peran perguruan tinggi dalam menyelesaikan masalah nasional, menghasilkan inovasi baru, dan mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan riset, sains, serta SDM unggul.
Kehadiran Rektor UM Metro menegaskan posisi kampus sebagai bagian dari jaringan perguruan tinggi yang dipercaya pemerintah untuk ikut memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pembangunan bangsa.
Dalam Taklimat Presiden 2026, Presiden Prabowo menekankan peran perguruan tinggi sebagai lokomotif kemandirian Indonesia melalui penguatan SDM, penguasaan sains, dan penerjemahan riset menjadi solusi nyata untuk swasembada pangan-energi serta kebutuhan masyarakat-industri.
Ia mengajak rektor dan guru besar merefleksikan kontribusi mereka sebagai elit intelektual untuk memimpin perubahan bangsa, sambil menyoroti tantangan seperti korupsi, kebocoran anggaran, dan urgensi industrialisasi berbasis sains-teknologi.
Presiden Prabowo Subianto menuntut penciptaan SDM unggul yang kompeten, berintegritas tinggi, nasionalis, dan pro-rakyat untuk mendukung kemandirian bangsa. Untuk itu, alokasi dana riset perguruan tinggi dinaikkan dari Rp. 8 triliun menjadi Rp12 triliun, dengan prioritas pada 18 proyek strategis nasional seperti pengembangan industri waste to energy, hilirisasi mineral dan pangan, serta sektor lain yang memerlukan dukungan riset kuat dari perguruan tinggi, sebagaimana disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam keterangan pers usai taklimat pada 15 Januari 2026.
Sebagai perguruan tinggi yang bernaung di bawah Persyarikatan Muhammadiyah, UM Metro memandang Taklimat Presiden 2026 sebagai momentum penting untuk memperkuat peran kampus dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Humas UM Metro mencatat bahwa Rektor menegaskan komitmen universitas untuk menguatkan budaya riset dan inovasi di lingkungan sivitas akademika, meningkatkan partisipasi dosen dan peneliti dalam berbagai skema hibah penelitian nasional, termasuk yang bersumber dari tambahan anggaran riset pemerintah, serta mengarahkan hasil riset agar semakin relevan dengan kebutuhan industri, masyarakat, dan agenda kemandirian nasional. Langkah ini sejalan dengan visi UM Metro sebagai kampus yang modern dan mencerahkan, yang terus berupaya meningkatkan kualitas akademik, pengelolaan riset, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.
Melalui keikutsertaan Rektor sebagai tamu undangan Taklimat Presiden di Istana Negara, UM Metro berharap dapat berkontribusi lebih besar dalam jejaring nasional perguruan tinggi, khususnya pada penguatan riset, inovasi, dan pengembangan SDM unggul di Lampung dan Indonesia. UM Metro juga mendorong sinergi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi agar berbagai kebijakan dan program riset benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa, sejalan dengan arah kebijakan yang ditekankan Presiden dalam Taklimat Presiden 2026.