Wakil Rektor UM Metro Jadi Narasumber Baitul Arqam Muhammadiyah di Australia

Australia – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam penguatan jejaring dan dakwah global Muhammadiyah. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UM Metro, Muhammad Ihsan Dacholfany, mendapat amanah sebagai narasumber pada kegiatan Baitul Arqam Muhammadiyah di Australia.

Penugasan tersebut diberikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI), berdasarkan surat permohonan dari Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Australia, Yudhistira Adhi Nugraha, S.T., M.B.A., tertanggal 11 November 2025 di Brisbane. Surat tersebut kemudian diajukan kepada Rektor UM Metro untuk memperoleh izin penugasan resmi.

Setelah melalui proses administrasi yang difasilitasi oleh panitia MPKSDI PP Muhammadiyah, Muhammad Ihsan Dacholfany memperoleh visa dari Pemerintah Australia yang berlaku mulai 11 Desember 2025 hingga 11 Desember 2030, sehingga dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan internasional tersebut.

Kegiatan Baitul Arqam ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil., M.PA. (Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah), Muamaroh, Ph.D., Dr. Endy Syaiful Alim, serta Velandani Parkoso, M.IP. Kegiatan berlangsung selama 22–24 Desember 2025 dengan tema “Filantropi untuk Dakwah Global”, bertempat di Gold Coast Recreation Precinct, North Palm Beach, Queensland, Australia.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Ihsan Dacholfany yang juga Ketua MPKSDI Wilayah Lampung sekaligus Instruktur Nasional menyampaikan materi “Amal Usaha Muhammadiyah dan Dakwah Global” pada kelompok materi Kepemimpinan dan Organisasi.

Dalam pernyataannya, Muhammad Ihsan Dacholfany menegaskan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) merupakan instrumen strategis Persyarikatan dalam menjalankan dakwah berkemajuan di tingkat global.

“Amal Usaha Muhammadiyah merupakan ikhtiar dakwah Persyarikatan untuk mewujudkan tujuan Muhammadiyah, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam guna terciptanya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. AUM dijalankan sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan fokus pada bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi, serta tetap independen dari kepentingan politik praktis,” ujar Ihsan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dakwah global Muhammadiyah dilakukan melalui pendekatan dialogis, kultural, dan kemanusiaan sebagai wujud Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Dakwah global Muhammadiyah menuntut kepemimpinan yang visioner, kemampuan manajemen organisasi lintas budaya, serta penguatan jejaring internasional tanpa kehilangan identitas ideologis Persyarikatan. Melalui Baitul Arqam ini, diharapkan kader Muhammadiyah di Australia memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat dan adaptif terhadap tantangan global,” tambahnya.

Partisipasi UM Metro dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat internasional dan promosi institusi, sekaligus mendukung penguatan kerja sama internasional melalui agenda penandatanganan MoU dan MoA, serta berkontribusi pada peningkatan mutu dan daya saing universitas di tingkat global.