UM Metro Gandeng KB Bank Bukopin Syariah, Percepat Pembangunan Fasilitas Prodi Kedokteran Hewan
- 24 Desember 2025
- Posted by: Humas UM Metro
- Category: Berita Terbaru
Jakarta – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan KB Bank Bukopin Syariah Pusat dalam rangka percepatan pembangunan fasilitas pendukung Program Studi Kedokteran Hewan. Penandatanganan MoU dilaksanakan, di Kantor Pusat KB Bank Syariah, Jakarta, Rabu, (24/12/2025).
Kerja sama ini merupakan langkah strategis UM Metro dalam memperkuat sarana dan prasarana akademik guna mendukung penyelenggaraan pendidikan kedokteran hewan yang berkualitas, berstandar, dan berdaya saing.
Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., didampingi oleh BPH UM Metro Dr. Mukhtar Hadi, M.Si., dan Warek II Dr. Nedi Hendri, S.E., M.Si., Ak., CA., CPA., Asean CPA., AWP., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan KB Bank Syariah menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mempercepat pengembangan fasilitas akademik yang relevan dengan kebutuhan program studi baru dan strategis.
“MoU ini menjadi langkah konkret UM Metro dalam mempercepat pembangunan fasilitas pendukung Program Studi Kedokteran Hewan. Kami ingin memastikan proses pembelajaran, praktik, dan pengembangan keilmuan didukung oleh sarana yang memadai dan sesuai standar,” ujar Dr. Nyoto Suseno.
Ia menambahkan, sinergi dengan lembaga keuangan syariah juga sejalan dengan nilai-nilai persyarikatan dan pembangunan berkelanjutan yang menjadi ruh pengembangan UM Metro.
Sementara itu, Santi Aji Yuniasih Business Directur didampingi oleh Teguh Suryadi (Group Head Bisnis), Imam Pamuji KB Bank Bukopin Syariah, menyatakan bahwa KB Bank Syariah berkomitmen mendukung sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
“KB Bank Syariah siap mendukung pengembangan pendidikan tinggi, termasuk pembangunan fasilitas akademik. Kerja sama dengan UM Metro ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi penguatan Program Studi Kedokteran Hewan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tutur Santi. (Nas/Humas).
